Perkuat Kawasan Perbatasan, Rudy Susmanto Serukan Kolaborasi Besar Lewat Borderline Economic Summit 2025

CIAWI, PARLEMENRAKYAT.id – Kabupaten Bogor menegaskan diri sebagai motor penggerak kerja sama antarwilayah. Hal itu tercermin dalam gelaran Borderline Economic Summit (BES) 2025 di Ciawi, Rabu (3/12), di mana Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyerukan pentingnya integrasi dan kolaborasi lintas daerah untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.

Di hadapan para pemangku kepentingan dari berbagai kabupaten/kota sekitar, Rudy menegaskan bahwa era pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri sudah selesai. Menurutnya, banyak persoalan dan potensi ekonomi di kawasan perbatasan yang tak bisa diselesaikan hanya oleh satu daerah. Pergerakan ekonomi, urbanisasi, kebutuhan infrastruktur, hingga kualitas SDM, semuanya saling terhubung.

“Kabupaten Bogor tidak bisa maju sendirian. Kita harus maju bersama melalui integrasi kebijakan, kolaborasi program, dan keseriusan lintas daerah,” tegas Rudy.

BES 2025 menjadi panggung penting bagi terbangunnya kerja sama konkret. Forum ini mempertemukan pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas pembangunan regional untuk merumuskan arah pembangunan kawasan perbatasan yang lebih sinkron.

Momentum BES juga ditandai dengan penandatanganan Protokol Bogor BES 2025, penandatanganan MoU antara Kabupaten Bogor dengan kabupaten/kota lainnya, serta perjanjian kerja sama antarperangkat daerah. Semua langkah itu diambil untuk memastikan kolaborasi tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan bergerak menuju implementasi nyata.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Sekda Provinsi Jawa Barat, Deputi Perencanaan Kementerian Investasi, para kepala daerah sekitar seperti Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wakil Bupati Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Wakil Bupati Purwakarta, serta unsur Forkopimda Kabupaten Bogor dan para pemangku kepentingan lainnya.

Rudy berharap BES 2025 menjadi pijakan kuat untuk melahirkan kebijakan antarwilayah yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Infrastruktur harus tersambung, pelayanan publik harus merata, dan pertumbuhan ekonomi harus kita dorong bersama. Ini kerja besar, dan hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi,” pungkasnya.

Dengan BES 2025, Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memimpin, tetapi juga mengajak daerah sekitar bergerak dalam satu tarikan napas pembangunan—menjadikan kawasan perbatasan bukan titik pinggir, melainkan pusat pertumbuhan baru.

[L1M]

Facebook Comments Box

Pos terkait