Semangat Kartini Hidup di Cilebut: Siswa SDN Cilebut 03 Tampil Penuh Warna, Kreativitas Meledak!

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID — Semangat perjuangan kembali bergema, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi nyata dalam aksi dan kreativitas. Peringatan di SD Negeri Cilebut 03, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (24/4/2026), menjelma menjadi panggung ekspresi anak-anak bangsa yang penuh warna dan makna.

Kartini, melalui karya legendarisnya , telah menyalakan obor kesadaran tentang pentingnya kesetaraan perempuan. Kini, api semangat itu diteruskan oleh generasi muda lewat langkah-langkah kecil namun penuh arti di lingkungan sekolah.

Sejak pagi, suasana sekolah berubah semarak. Karnaval budaya menjadi pembuka yang memikat. Para siswa tampil percaya diri mengenakan pakaian adat dari berbagai penjuru Nusantara—dari Sabang hingga Merauke. Warna-warni busana tradisional itu bukan sekadar hiasan, tetapi simbol keberagaman dan persatuan yang hidup di tengah generasi penerus.

Tak berhenti di situ, panggung kreativitas pun dibuka. Berbagai penampilan mengalir tanpa jeda: pencak silat yang gagah, pantomim yang penuh ekspresi, tari kreasi yang memukau, hingga suara merdu dalam lomba menyanyi. Fashion show pun menjadi salah satu daya tarik utama, menampilkan keberanian dan percaya diri siswa dalam berkreasi.

Antusiasme tak hanya datang dari siswa. Warga sekolah dan orang tua turut larut dalam kemeriahan. Tepuk tangan dan sorak dukungan menjadi energi yang memperkuat semangat anak-anak untuk tampil maksimal.

Kepala sekolah, Rida, S.SPd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ini adalah ruang pembelajaran karakter.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak didik memahami dan menghargai perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan. Kami juga mendorong mereka untuk berani berkarya, berkreasi, dan percaya diri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan antusiasme dibanding tahun sebelumnya. Dukungan orang tua disebut menjadi faktor penting dalam membangun semangat anak-anak.

“Meski sederhana, kegiatan ini sarat makna. Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Kartini sebagai nama, tetapi memahami nilai perjuangannya. Pemberian medali kepada para pemenang juga menjadi bentuk motivasi agar mereka terus mengembangkan bakat dan minat,” pungkasnya.

Peringatan ini membuktikan satu hal: semangat Kartini tidak pernah usang. Ia terus hidup—di ruang kelas, di panggung sederhana, dan di hati anak-anak yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

[L1M]

Facebook Comments Box

Pos terkait