BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Ancaman itu berdiri tegak… atau lebih tepatnya, nyaris tumbang. Di Kampung Sinang Barung, RT 01/RW 04, Desa Pasir Erih, sebuah tiang listrik yang miring kini menjadi simbol kelalaian yang dibiarkan berlarut-larut.
Bagi warga, ini bukan sekadar tiang listrik. Ini adalah potensi bahaya yang setiap hari mengintai dari atas kepala mereka. Setiap hujan turun, setiap angin bertiup kencang, rasa cemas ikut menggantung—akankah hari ini tiang itu roboh?
Erik, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pasir Erih, menyebut kondisi tersebut sudah jauh dari kata layak dan aman.
“Posisinya sudah tidak stabil. Warga takut sewaktu-waktu roboh menimpa rumah. Apalagi kalau cuaca buruk, ini sangat berbahaya,” ujarnya, Selasa (22/04/2026).
Ironisnya, keluhan warga bukan baru kemarin sore. Laporan sudah masuk, keresahan sudah disampaikan. Namun hingga kini, belum terlihat langkah nyata dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.
Situasi ini memunculkan pertanyaan tajam: apakah harus menunggu korban jiwa dulu baru ada tindakan?
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang sigap dan responsif, lambannya penanganan justru menempatkan warga dalam posisi rawan. Tiang listrik yang miring itu kini bukan hanya persoalan teknis, melainkan cerminan lemahnya respons terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami hanya ingin ini segera diperbaiki sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Erik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan. Sementara itu, warga hanya bisa hidup dalam bayang-bayang bahaya—menanti, antara harap dan waspada, sebelum semuanya benar-benar terlambat.
[Jhoanes]





