Banyuates Terjebak Gelap: Listrik Sering Padam, Warga Pertanyakan Kinerja dan Transparansi

SAMPANG, PARLEMENRAKYAT.ID – Warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, kini seperti hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Listrik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar justru berubah menjadi sumber keresahan akibat pemadaman yang terus berulang tanpa penjelasan.

Bukan sekadar gangguan sesaat, pemadaman listrik di wilayah ini disebut sudah terjadi hampir setiap hari. Ironisnya, hingga kini belum ada kejelasan resmi dari pihak penyedia layanan mengenai penyebab maupun langkah penanganannya.

Situasi ini membuat warga merasa diabaikan.

“Ini sudah keterlaluan. Hampir tiap hari mati lampu, tapi kami tidak pernah diberi informasi yang jelas,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Dampaknya meluas. Aktivitas rumah tangga terganggu, pelaku usaha kecil kehilangan pendapatan, layanan publik tidak berjalan maksimal, dan para pelajar harus belajar dalam kondisi serba terbatas. Listrik yang seharusnya mendukung kehidupan, justru menjadi penghambat di banyak lini.

Yang paling disorot adalah soal transparansi. Warga menilai tidak adanya komunikasi terbuka menjadi bukti lemahnya pelayanan. Ketika gangguan terjadi berulang tanpa penjelasan, kepercayaan publik pun ikut terkikis.

Lebih dari itu, pemadaman mendadak juga membawa risiko kerusakan perangkat elektronik. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian akibat kondisi listrik yang tidak stabil, namun tidak ada bentuk tanggung jawab yang jelas.

Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat, kondisi ini justru menunjukkan pelayanan yang dinilai semakin menurun. Kritik pun mulai mengarah pada keseriusan pihak terkait dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau memang ada masalah, sampaikan. Jangan diam. Kami ini butuh kepastian,” tegas warga lainnya.

Kini, warga Banyuates tidak hanya menuntut listrik menyala, tetapi juga kejelasan dan tanggung jawab. Mereka meminta adanya langkah konkret, termasuk penyampaian jadwal pemadaman jika memang tidak bisa dihindari.

Tanpa itu, kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan teknis—melainkan cerminan lemahnya pelayanan publik yang dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi.

[EVANS]

Facebook Comments Box

Pos terkait