Tebang Pilih Kebijakan: Pemkab Sampang Diduga Hanya Mesra pada Ormas ‘Lumbung Suara

SAMPANG, PARLEMENRAKYAT.id — Sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menuai sorotan tajam setelah menutup akses Pendopo Trunojoyo bagi peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah. Keputusan mendadak itu diambil hanya sehari menjelang acara puncak, meski seluruh perizinan dan administrasi telah dipenuhi panitia.

Ironisnya, agenda tersebut bukan kegiatan seremonial biasa. Milad Muhammadiyah rencananya dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti. Namun alih-alih mendapat dukungan, Muhammadiyah justru dipaksa memindahkan acara dari pendopo kebanggaan daerah itu.

Pemindahan lokasi dilakukan secara darurat. Panitia akhirnya memusatkan kegiatan di Pondok Pesantren Al Ittihad, Kecamatan Camplong, serta PKBM Al-Hikmah di Kecamatan Karangpenang. Seluruh agenda tetap berjalan, meski tanpa kehadiran satu pun pejabat Pemkab Sampang.

Penolakan ini memicu kekecewaan mendalam. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang, M. Soleh, menegaskan bahwa tidak ada persoalan administratif hingga tiga hari sebelum pelaksanaan.

“Semua prosedur sudah kami tempuh sesuai aturan. Sampai H-3 tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba kami dipanggil dan pendopo dinyatakan tidak bisa digunakan,” kata Soleh, Senin (15/12/2025).

Dalih yang disampaikan Pemkab Sampang dinilai tidak berdasar. Gangguan listrik dijadikan alasan utama pembatalan izin.

“Alasan listrik rusak sangat tidak masuk akal. Sejak pagi sampai sore kami melakukan persiapan dan kondisi listrik normal,” tegasnya.

Keputusan Pemkab Sampang ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa fasilitas publik ditutup mendadak untuk organisasi kemasyarakatan besar yang selama ini berkontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial?

Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, Pemkab Sampang justru memilih absen. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hidayatulloh, memastikan tak satu pun pejabat daerah hadir dalam rangkaian Milad.

“Tidak ada pejabat Pemkab yang hadir. Namun kegiatan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).

Di tengah absennya pemerintah daerah, Muhammadiyah justru menunjukkan keteguhan sikap. Di Pondok Pesantren Al Ittihad Camplong, kegiatan Milad diawali senam bersama masyarakat, dilanjutkan peresmian gedung hasil revitalisasi yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Rangkaian kegiatan juga berlangsung di Kecamatan Karangpenang, meliputi peresmian Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang serta pengukuhan empat kepengurusan PCM baru.

Dalam tausiyahnya, Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah pilar penting pembangunan bangsa, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan nilai kebangsaan.

Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sampang, M. Sholeh, menegaskan bahwa penutupan pendopo tidak akan menghalangi Muhammadiyah untuk terus berkhidmat.

“Pendopo boleh ditutup, tapi pengabdian Muhammadiyah untuk umat dan bangsa tidak akan pernah berhenti,” tegasnya.

[EVANS]

Facebook Comments Box

Pos terkait