BANDA ACEH, PARLEMENRAKYAT.ID — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Kantor Pusat PT Pembangunan Aceh (PEMA) saat perusahaan daerah tersebut menggelar Halalbihalal pasca Idulfitri 1447 H, Selasa (31/03/2026). Namun di balik nuansa silaturahmi dan santunan anak yatim yang menyentuh, tersimpan pesan kuat: PEMA siap melaju lebih cepat di tahun 2026.
Momentum ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan titik awal konsolidasi dan penguatan arah bisnis perusahaan ke depan. PEMA ingin memastikan bahwa langkah yang diambil pasca Lebaran bukan hanya simbolis, tetapi benar-benar menjadi pijakan untuk lompatan kinerja yang lebih nyata.
Direktur Utama PT Pembangunan Aceh, Mawardi Nur, menegaskan bahwa perjalanan perusahaan sepanjang 2025 telah difokuskan pada pembenahan fundamental. Mulai dari penguatan tata kelola perusahaan hingga penyusunan ulang strategi bisnis dilakukan demi menciptakan fondasi yang kokoh.
“Tahun lalu adalah masa kita berbenah. Tahun ini adalah waktunya kita bergerak lebih cepat dan lebih terarah,” ujar Mawardi.
Memasuki 2026, PEMA mulai mengoptimalkan berbagai sektor unggulan yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pendapatan. Komoditas kopi, sulfur, hingga sektor perikanan menjadi fokus utama, disertai penjajakan peluang di bidang energi baru yang menjanjikan.
Tak hanya itu, kawasan KEK Arun juga menjadi perhatian serius sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang terus didorong kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan dan daerah.
Menurut Mawardi, keberhasilan PEMA tidak bisa dilepaskan dari dukungan banyak pihak. Karena itu, sinergi dengan pemerintah, lembaga, dan mitra usaha akan terus diperkuat demi membuka peluang yang lebih luas.
“Kami ingin tumbuh bersama. PEMA harus hadir sebagai kekuatan ekonomi yang memberi dampak nyata bagi Aceh,” tegasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Aceh, DPRA, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), hingga sektor perbankan seperti BSI Aceh, Bank Aceh Syariah, dan BPRS Mustaqim Aceh.
Di penghujung acara, Mawardi Nur menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pihak, sekaligus mengajak untuk terus menjaga kebersamaan dan kolaborasi.
Dengan semangat baru pasca Lebaran, PEMA kini tak hanya mempererat silaturahmi—tetapi juga mengirim sinyal kuat: saatnya bergerak, bertumbuh, dan memberi dampak lebih besar bagi Aceh.
[RED]





