SAMPANG, PARLEMENRAKYAT.id — Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Sampang berubah menjadi ironi. Agenda besar organisasi Islam tertua itu terpaksa digelar di luar Pendopo Trunojoyo setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang secara mendadak menolak memberikan izin penggunaan pendopo, Selasa (16/12/2025).
Penolakan dilakukan hanya sehari menjelang acara puncak, padahal seluruh persiapan telah rampung. Bahkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, dijadwalkan hadir dalam momentum bersejarah tersebut.
Keputusan mendadak Pemkab Sampang langsung mengguncang panitia. Namun alih-alih mundur, Muhammadiyah memilih melangkah. Seluruh rangkaian Milad ke-113 tetap digelar dengan memindahkan lokasi kegiatan ke Pondok Pesantren Al Ittihad, Kecamatan Camplong, serta PKBM Al-Hikmah di Kecamatan Karangpenang.
Penolakan izin pendopo ini memicu tanda tanya besar di internal Muhammadiyah. Panitia menegaskan bahwa semua prosedur administratif telah dipenuhi jauh hari sebelum pelaksanaan.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang, M. Soleh, menyebut tidak ada satu pun sinyal masalah hingga tiga hari menjelang acara.
“Sampai H-3 semua aman. Tidak ada catatan, tidak ada teguran. Tiba-tiba kami dipanggil dan diberi tahu pendopo tidak bisa digunakan,” tegas Soleh, Senin (15/12/2025).
Alasan yang disampaikan Pemkab Sampang pun dinilai janggal. Gangguan listrik disebut sebagai dalih utama penolakan izin.
“Alasan listrik rusak itu tidak masuk akal. Sejak pagi sampai sore panitia sudah melakukan persiapan dan listrik normal,” tambahnya.
Alih-alih memperpanjang polemik, Muhammadiyah memilih menjaga marwah dan kekhidmatan Milad. Di Pondok Pesantren Al Ittihad Camplong, kegiatan diawali dengan senam bersama warga, dilanjutkan peresmian gedung hasil revitalisasi yang mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hidayatulloh, menegaskan bahwa absennya pejabat Pemkab tidak mengurangi substansi peringatan Milad.
“Tidak ada satu pun pejabat Pemkab yang hadir. Tapi Milad tetap berjalan lancar dan sukses,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Rangkaian kegiatan juga berlangsung di Kecamatan Karangpenang, meliputi peresmian Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang serta pengukuhan empat kepengurusan PCM baru.
Dalam tausiyahnya, Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun pendidikan, menjaga nilai kebangsaan, dan memperkuat kontribusi sosial-keagamaan di Indonesia.
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sampang, M. Sholeh, menegaskan satu hal: penolakan pendopo tidak akan pernah membungkam Muhammadiyah.
“Kami tetap bergerak, tetap berkhidmat, dan tetap hadir untuk umat dan bangsa,” tandasnya.
[EVANS]





