Judi Togel & Dindong Kuasai Toraja: Bos Diduga Kebal Hukum, Warga Tantang Kapolda Sulsel Bertindak!

TORAJA, PARLEMENRAKYAT.id — Di tengah megahnya adat dan budaya Toraja yang dikenal hingga mancanegara, kini muncul noda hitam yang mencoreng citra daerah wisata spiritual itu. Praktik perjudian Kupon Putih (togel) dan mesin dindong semakin marak dan terang-terangan beroperasi, seolah tanpa takut hukum.

Keresahan warga makin meluas. Apa yang dulu hanya terdengar sebagai “hiburan malam”, kini menjelma menjadi penyakit sosial yang menggerogoti ekonomi, moral, dan keamanan lingkungan.

“Bukan sekadar permainan, ini sudah jadi candu yang menghancurkan rumah tangga dan menumbuhkan kejahatan baru,” tegas Yohanes Balo, aktivis dan pegiat media sosial Toraja, Rabu (12/11).

Bisnis Haram yang Diduga Berlindung di Balik Oknum

Yang membuat publik makin geram, sejumlah warga menilai praktik perjudian ini seperti diberi ruang aman oleh oknum aparat tertentu. Mesin dindong beroperasi bebas, dan transaksi togel berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Nama TE mencuat sebagai salah satu pengendali utama jaringan togel di Toraja Utara dan Tana Toraja. Ia disebut-sebut beroperasi dengan tenang di beberapa titik strategis, bahkan mengaku punya “jalur aman” yang membuatnya tak tersentuh hukum.

Hasil penelusuran menunjukkan, TE merupakan anak buah bandar besar berkode 01 alias RI, yang kini berdomisili di Timika, Papua. TE diduga sengaja didatangkan untuk melebarkan jaringan bisnis haram ini ke Sulawesi Selatan, mengejar omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Namun, kabar terbaru menyebutkan hubungan keduanya retak. TE kini dikabarkan berambisi menyingkirkan RI demi menguasai penuh jaringan togel dan dindong di Toraja.

“Dia sudah merasa kuat, berkoordinasi dengan banyak pihak, dan merasa kebal hukum,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Polisi Diam, Warga Mulai Bertanya

Ironisnya, hingga berita ini dipublikasikan, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara Iptu Ruxon Pasabuan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik perjudian tersebut.
Sikap diam ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga: apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas?

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan secara terbuka mendesak Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo untuk turun langsung menertibkan jaringan perjudian yang kini dianggap sudah mengakar di Toraja.

Kontras dengan Arah Kebijakan Nasional

Padahal di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto tengah gencar membersihkan berbagai bentuk mafia dan kejahatan lintas negara.
Namun di daerah, penyakit sosial seperti togel dan dindong justru tumbuh subur seperti tak tersentuh hukum.

“Kalau pusat bisa bersihkan mafia besar, masa di daerah aparat tidak berdaya menghadapi judi kecil? Ada apa sebenarnya di Toraja?” sindir salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga Tantang Kapolda Bertindak Nyata

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat. Mereka tidak butuh janji atau klarifikasi kosong. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata untuk memutus rantai perjudian yang telah merusak moral dan ekonomi Toraja.

“Jangan biarkan Toraja dikenal bukan karena budayanya yang luhur, tapi karena bisnis togel dan dindong yang dibiarkan liar,” tegas Yohanes menutup pernyataannya.

[RED/TIM]

Facebook Comments Box

Pos terkait