Selamat Jalan Ayub Iskandar: Sang Pejuang Pena dan Sosok Pemersatu Jurnalis Bogor Raya

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id — Dunia jurnalisme Bogor Raya kehilangan sosok terbaiknya. Ketua Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) DPC Bogor Raya, Ayub Iskandar, menghembuskan napas terakhir pada Rabu malam (12/11) pukul 23.00 WIB.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FJP2, rekan jurnalis, dan para sahabat seperjuangan yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi hangat dan penuh dedikasi.

Bagi banyak jurnalis di Bogor, Ayub bukan sekadar pemimpin organisasi. Ia adalah abang sekaligus guru kehidupan — sosok yang selalu mengingatkan pentingnya menjaga idealisme di tengah derasnya arus kepentingan dan tantangan profesi.

Wakil Ketua FJP2, Ade Suhendar, mengungkapkan kesedihan mendalam atas berpulangnya sahabat yang selama ini menjadi panutan dalam setiap langkah perjuangan FJP2.

“Kami kehilangan sosok pemimpin yang rendah hati, berjiwa sosial, dan selalu mengedepankan kebersamaan. Almarhum adalah figur yang bekerja dengan hati. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Ade, Kamis (13/11).

Di bawah kepemimpinannya, FJP2 Bogor Raya tumbuh menjadi wadah jurnalis yang solid dan berintegritas. Ayub dikenal gigih memperjuangkan ruang kebebasan pers yang bermartabat, sekaligus aktif menggerakkan kegiatan sosial demi kepentingan publik.
Baginya, jurnalisme bukan hanya tentang berita, tetapi juga tentang membela yang lemah dan menyuarakan kebenaran tanpa takut ditekan siapa pun.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya hari ini, Kamis (13/11). Sejumlah pengurus FJP2, jurnalis lintas media, serta sahabat-sahabat lama dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang pejuang pena.

“Atas nama seluruh keluarga besar FJP2, kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan almarhum selama ini. Semoga segala amal baiknya menjadi pahala dan pengabdiannya menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutup Ade Suhendar.

Kepergian Ayub Iskandar bukan sekadar kehilangan seorang ketua, melainkan hilangnya satu cahaya di dunia jurnalisme lokal. Namun, semangat dan teladan yang ia tinggalkan akan terus hidup di hati para jurnalis yang pernah berjalan bersamanya.

[ROBI]

Facebook Comments Box

Pos terkait