PESAWARAN, PARLEMENRAKYAT – Aroma ketegangan masih terasa di Kabupaten Pesawaran pasca pilkada usai. Senin (15/9/2025), puluhan ormas, LSM, dan media yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) mendatangi Mapolres Pesawaran. Mereka menuntut kepastian hukum atas laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh seorang pria bernama Zahrial.
Zahrial dituding menyebarkan capture berisi kalimat bohong dan tidak senonoh tentang Nanda Indira, Bupati Pesawaran terpilih. Aksi itu terjadi saat masa kampanye lalu, di mana suhu politik sedang memanas.
Ketua Umum FMPB Mursalin MS menegaskan, ulah terlapor sudah di luar batas kewajaran dan berpotensi memecah belah masyarakat.
“Sudah jelas kalimat itu fitnah dan tidak pantas. Kenapa malah disebarkan di WhatsApp saat situasi pilkada? Tindakan ini bisa menimbulkan perpecahan,” tegasnya.
Mursalin juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi.
“Pilkada sudah selesai, tidak ada lagi kubu A atau B. Yang ada sekarang adalah Pesawaran yang damai. Tapi perbuatan seperti ini jelas merusak tatanan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian FMPB Sumarah menilai langkah Polres Pesawaran sudah berada di jalur yang tepat.
“Alhamdulillah, hari ini Polres melakukan Gelar Perkara. Ini bukti keseriusan mereka. Kita ingin kasus ini dibuka seterang-terangnya, karena Pesawaran tidak boleh dipecah belah oleh kabar bohong,” katanya.
FMPB pun menegaskan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum agar bekerja profesional, cepat, dan tegas.
“Kami percaya Polres Pesawaran mampu menuntaskan kasus ini secara adil. Tidak ada tempat bagi penyebar fitnah dan provokasi di bumi Pesawaran,” tutup Mursalin.
[ARIYANDI]





