Dipanggil Polisi! Aroma Kasus Koperasi Menguat, Ketua KSB Satung Diminta Klarifikasi Dugaan Korupsi

PALANGKARAYA, PARLEMENRAKYAT.ID — Riak persoalan yang selama ini bergulir di tubuh Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) Satung kini memasuki babak serius. Aparat penegak hukum mulai bergerak. Surat resmi dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah menjadi penanda: kasus ini tak lagi sekadar isu—melainkan telah masuk tahap penyelidikan.

Bertanggal 16 April 2026, surat bernomor B/303/IV/RES.3./2026/Ditreskrimsus itu dilayangkan kepada Ketua KSB Satung di Parenggean. Isinya tegas: undangan klarifikasi. Namun di balik bahasa formal itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam—dugaan tindak pidana korupsi tengah dibidik.

Penyelidikan ini bukan tanpa dasar. Polisi mengacu pada sejumlah regulasi penting, mulai dari Undang-Undang Kepolisian, KUHP, KUHAP terbaru, hingga Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan, surat perintah penyelidikan telah lebih dulu diterbitkan pada 9 April 2026. Artinya, langkah ini sudah melalui proses hukum yang matang.

Sorotan utama dalam perkara ini mengarah pada dugaan gratifikasi yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, terkait proses penerbitan KSO antara PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dengan pihak koperasi. Dugaan ini jelas bukan perkara ringan—ini menyangkut integritas, kepercayaan publik, dan potensi kerugian besar.

Dalam surat tersebut, pihak koperasi diminta hadir pada Rabu, 22 April 2026, pukul 09.00 WIB di Ruang Pemeriksaan Satreskrim Polres Kotim. Mereka juga diwajibkan membawa sejumlah dokumen penting: legalitas koperasi, perjanjian kerja sama (SPK), laporan keuangan 2025–2026, hingga SK kepengurusan.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tengah mengurai benang kusut yang selama ini mungkin tersembunyi. Klarifikasi bukan sekadar formalitas—ini adalah pintu awal menuju pembuktian.

Polda Kalteng melalui penyidik Subdit III/Tipidkor memastikan bahwa proses akan berjalan sesuai hukum. Nama-nama pejabat penyidik pun dicantumkan secara terbuka, lengkap dengan kontak yang bisa dihubungi. Transparansi ini seolah ingin menegaskan: proses ini serius, dan publik berhak tahu.

Kini, semua mata tertuju pada hasil pemeriksaan. Apakah ini akan membuka tabir praktik korupsi yang selama ini tersembunyi? Ataukah justru menjadi ujian bagi integritas para pihak yang terlibat?

Yang jelas, satu langkah sudah diambil. Dan dalam kasus seperti ini, satu langkah bisa menjadi awal dari gelombang besar.

[REDAKSI]

Facebook Comments Box

Pos terkait