Menko Pangan Zulhas dan Kasad Maruli Tinjau Perencanaan Pabrik Pengolahan Sampah Jadi Energi di Galuga Bogor

oplus_1024

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Pemerintah memperkuat langkah percepatan pengolahan sampah menjadi energi melalui teknologi pirolisis. Hal itu terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau lokasi perencanaan pembangunan pengolahan PSE BBMT Pirolisis di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bogor, Wali Kota Bogor, serta sejumlah pejabat lainnya. Pengamanan acara dilakukan oleh jajaran Korem 061/Suryakancana dan Kodim Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara menyeluruh, baik sampah baru yang terus dihasilkan setiap hari maupun tumpukan sampah lama yang telah menggunung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, sampah baru yang diolah saat ini mencapai sekitar 10 ribu ton per hari, sementara sampah lama yang telah menumpuk mencapai puluhan juta ton. Karena itu, kedua jenis sampah tersebut harus ditangani secara bersamaan agar memberikan dampak nyata terhadap kesehatan lingkungan.

“Yang baru dikerjakan, yang lama juga dikerjakan. Pola sampah menjadi energi listrik harus saling melengkapi,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI atas dukungan dalam percepatan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan TNI menjadi faktor penting agar pelaksanaan di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Dengan dukungan TNI, kerja menjadi lebih cepat. Tanpa TNI tentu akan lebih sulit,” katanya.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap proyek tersebut terus berkembang hingga menjadi pabrik pengolahan sampah berskala besar yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 5 hektare, dengan kapasitas yang ditargetkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 50 ribu kiloliter sesuai rencana pengembangannya.

“Semoga proses ini terus berkembang menjadi pabrik yang kapasitasnya semakin meningkat,” ungkap Maruli Simanjuntak.

Melalui proyek pengolahan sampah berbasis pirolisis ini, pemerintah menargetkan pengurangan beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif, sehingga persoalan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi nasional.

[PENIEL ZEBUA]

Facebook Comments Box

Pos terkait