TPA Galuga Disiapkan Jadi Proyek Sampah Terpadu, Menteri LH Tegaskan Peran Strategis Hulu DAS Jabodetabek

CIBUNGBULANG, PARLEMENRAKYAT.id — Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong penguatan penanganan sampah di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, mengingat posisi wilayah tersebut sebagai hulu sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) strategis yang bermuara ke kawasan metropolitan Jabodetabek.

Penegasan itu disampaikan Menteri Hanif saat melakukan peninjauan langsung ke TPA Galuga bersama Wakil Bupati Bogor dan Wali Kota Bogor, di Kecamatan Cibungbulang, Ahad (22/12/2025). Turut hadir mendampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor serta Camat Cibungbulang.

TPA Galuga direncanakan menjadi bagian dari proyek pengelolaan sampah terpadu yang diharapkan mampu memperkuat sistem pengolahan sampah regional, khususnya di wilayah hulu yang memiliki dampak langsung terhadap daerah hilir.

Menteri Hanif menjelaskan, dari sisi administratif, kesiapan proyek tersebut sudah relatif matang. Proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) telah berjalan di tingkat daerah, bahkan sebagian unit sudah memasuki tahap klarifikasi untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami melihat kesiapan lokasi ini dari berbagai aspek, mulai dari kondisi tapak, kedekatannya dengan aliran sungai, hingga akses jalan. Semua menjadi bahan evaluasi agar proyek yang telah direncanakan bisa dieksekusi secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Hanif.

Ia menekankan, pengalaman dari sejumlah proyek lingkungan sebelumnya menjadi pelajaran penting. Banyak program gagal berjalan maksimal akibat minimnya kajian lingkungan dan sosial yang komprehensif. Oleh karena itu, menurutnya, kehati-hatian dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif juga mengapresiasi capaian penanganan sampah di Kota Bogor yang dinilainya menunjukkan perkembangan signifikan. Sementara untuk Kabupaten Bogor, ia mendorong peningkatan kapasitas seluruh unsur pengelolaan sampah agar kinerjanya terus meningkat dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Lebih jauh, Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah di Bogor tidak bisa dipandang sebagai isu lokal semata. Kota dan Kabupaten Bogor berada di kawasan hulu DAS Cisadane, Pesanggrahan, dan Ciliwung, yang alirannya menuju wilayah Tangerang, Depok, hingga Jakarta.

“Kesalahan pengelolaan sampah di wilayah hulu akan berdampak serius bagi daerah hilir. Dampaknya bisa berupa pencemaran lingkungan, banjir, hingga krisis air bersih,” tegasnya.

Ia mengingatkan, pengelolaan lingkungan yang diabaikan hari ini akan menjadi masalah besar di masa depan. Oleh karena itu, penguatan sistem pengelolaan sampah di TPA Galuga dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan kawasan hulu dan hilir secara berkelanjutan.

[Sbr]

Facebook Comments Box

Pos terkait