Sidang Borcess Memanas di PN Bogor: Saksi Kunci Bongkar Fakta, Dalil Penggugat Mulai Goyah

KOTA BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id — Persidangan perkara perdata antara Yayasan Pendidikan Borcess dan CV Sofia Konveksi kembali memanas. Dalam sidang yang digelar di Ruang Candra, Pengadilan Negeri Kota Bogor, Rabu (8/10/2025), pihak tergugat menghadirkan dua saksi kunci yang diyakini mampu mengubah arah perkara dan mengungkap kebenaran yang selama ini tertutup.

Sidang yang berjalan tegang namun kondusif itu menjadi panggung terbukanya berbagai fakta baru yang berpotensi mengguncang dalil pihak penggugat. Momen ini dinilai banyak pihak sebagai titik balik penting menjelang fase akhir persidangan.

Kuasa hukum tergugat, Lyckhen Dalil, S.H., M.H., tampil percaya diri usai sidang. Ia menegaskan bahwa kesaksian para saksi tidak hanya relevan, tetapi juga memperlihatkan kontradiksi tajam terhadap tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada kliennya.

“Kami bersyukur bisa menghadirkan saksi-saksi kredibel yang mengetahui langsung fakta di lapangan. Kesaksian mereka membuka tabir kebenaran yang selama ini ditutupi,” ujar Lyckhen dengan nada tegas.

Menurutnya, fakta-fakta yang terungkap di persidangan membantah tudingan utama pihak penggugat, termasuk isu pembayaran yang disebut belum dilakukan.

“Semua kewajiban telah dipenuhi dengan bukti jelas. Tuduhan yang diarahkan pada klien kami tidak berdasar dan cenderung menyesatkan,” tegasnya lagi.

Tak berhenti di situ, Lyckhen juga menyoroti adanya manuver opini publik yang terkesan diarahkan untuk menyudutkan pihak tergugat. Ia menyebut, upaya semacam ini merupakan bentuk tekanan moral yang tidak sehat dalam proses hukum.

“Ada indikasi upaya sistematis membangun persepsi negatif terhadap klien kami. Ini bukan sekadar perkara hukum, tapi sudah mengarah pada pembunuhan karakter. Kami percaya hakim akan menilai berdasarkan fakta, bukan opini liar,” ujarnya dengan nada kritis.

Sementara itu, salah satu saksi yang dihadirkan, Ali, berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang benar-benar berlandaskan keadilan dan objektivitas.

“Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Jangan sampai ada pihak yang menutupinya demi kepentingan pribadi,” tuturnya singkat namun penuh makna.

Sidang berikutnya akan digelar secara daring, dengan agenda penyampaian kesimpulan dari masing-masing pihak sebelum majelis hakim memasuki tahap musyawarah untuk putusan.

Perkara ini kini menjadi sorotan publik Kota Bogor, bukan hanya karena melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh, tetapi juga karena dianggap mencerminkan wajah penegakan hukum di daerah. Publik menanti, apakah keadilan akan benar-benar ditegakkan berdasarkan fakta — atau sekadar tunduk pada narasi yang dibangun oleh kepentingan tertentu.

[L1M]

Facebook Comments Box

Pos terkait