JAKARTA, PARLEMENRAKYAT.id – Situasi nasional yang dalam sepekan terakhir diwarnai aksi unjuk rasa berujung ricuh di sejumlah kota, menuai perhatian banyak pihak. Ketua Umum Dewan Pers Nusantara, Agus Gunawan, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas dan tidak menjadikan kondisi krisis sebagai ajang mencari panggung politik.
Agus menilai, demo yang sejatinya menjadi ruang konstitusional rakyat dalam menyampaikan aspirasi, justru disusupi tindakan anarkis. Kondisi ini, menurutnya, patut dipertanyakan: apakah sekadar spontanitas atau ada pengkondisian sebelumnya.
“Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta objektif di lapangan,” tegas Agus saat ditemui awak media di Bandung, Minggu (31/8).
Jangan Mudah Terprovokasi
Dalam keterangannya, Agus meminta seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak gampang terprovokasi oleh informasi liar di media sosial. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
“Yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan, bukan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi demi popularitas. Jangan ada yang mencari panggung,” ujarnya.
Ciri-Ciri Pencari Panggung
Agus pun mengingatkan ciri-ciri pihak yang biasanya muncul hanya ketika terjadi krisis:
- Mendadak aktif meski sebelumnya tak terlihat.
- Membuat pernyataan bombastis agar diliput media.
- Mengambil sikap ekstrem, menyalahkan atau membela secara berlebihan.
- Membagikan bantuan di depan kamera lebih untuk pencitraan.
- Menggempur media sosial untuk membentuk opini publik.
“Perilaku seperti ini tidak menenangkan keadaan, justru menambah kegaduhan, mengganggu upaya penanganan krisis, bahkan bisa menyulut emosi publik untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” jelasnya.
Seruan Persatuan
Agus mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI. Ia menegaskan, kondisi aman dan damai adalah tanggung jawab bersama.
“NKRI ini rumah kita bersama. Mari kita rawat dengan kehidupan yang rukun: pemerintah yang mencintai rakyatnya, rakyat yang menyayangi pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia,” pungkasnya.
[LIMBONG]





