BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id –
Pembimas Kristen, Pnt. Heppy Sat Januari Siahaan, menegaskan pentingnya moderasi beragama dan peran aktif umat Kristen dalam era digital sebagai bagian dari pelayanan yang berdampak. Hal itu disampaikannya kepada awak media Parlemenrakyat.id, pada Minggu (26/10/2025) di Gedung Gereja GBPkam, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Dalam keterangannya, Pnt. Heppy menekankan bahwa tugas utama Binmas Kristen adalah mengarahkan masyarakat untuk hidup rukun dalam semangat pluralisme dan moderasi beragama.
“Kodrat kita sebagai bangsa Indonesia adalah menghargai dan menghormati pemeluk agama lain, baik dalam kerukunan internal umat Kristen, antarumat beragama, maupun hubungan dengan pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Binmas Kristen juga terus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI — termasuk pemahaman terhadap undang-undang kebebasan beragama serta regulasi dari Kementerian Agama.
“Kami berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar seimbang dalam beragama dan berbangsa, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, Pnt. Heppy juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan pelayan gereja. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi saat ini, umat Kristen harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan.
“Kami mendorong agar pelayanan juga hadir dalam dunia digital. Konten-konten pelayanan harus bisa menjadi berkat dan membawa dampak positif bagi masyarakat yang menontonnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, umat beragama bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial.
“Kita ingin kota Bogor menjadi kota Shalom — kota damai. Tidak ada perpecahan, tapi ada sinergi dan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Menutup pesannya, Pnt. Heppy berharap gereja terus menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitarnya.
“Kalau gereja berdampak di tengah masyarakat, itu karena gereja berkarya. Dan ketika gereja berkarya, masyarakat pasti menerima kehadiran gereja,” pungkasnya.
[PENIEL ZEBUA]





