TUBAN, PARLEMENRAKYAT.id – Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten , , Jumat (6/3/2026). Dalam agenda tersebut, Wapres meninjau langsung proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi milik yang tengah dikebut penyelesaiannya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penguatan industri nasional agar mampu bersaing di pasar global sekaligus tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi Gubernur serta Bupati . Rombongan disambut oleh jajaran manajemen perusahaan, di antaranya Direktur Utama serta Direktur Utama selaku induk usaha.
Saat meninjau lokasi proyek, menegaskan pentingnya memperkuat daya saing industri dalam negeri. Ia berharap fasilitas yang tengah dibangun tersebut dapat segera beroperasi dan menjadi salah satu motor penggerak ekspor nasional.
“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan dan rendah emisi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara,” ujar Wapres.
Dukungan juga datang dari Gubernur yang mengapresiasi langkah dalam mendorong industri hijau melalui berbagai program dekarbonisasi menuju target Net Zero Emission 2050.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan perusahaan adalah pemanfaatan bahan bakar alternatif yang dikelola oleh divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan bernama Nathabumi. Inisiatif ini dinilai menjadi bagian penting dalam transisi industri menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.
Proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di pabrik ini sendiri merupakan bagian dari kerja sama strategis antara dan perusahaan asal Jepang yang telah terjalin sejak 2021.
Kerja sama tersebut mencakup peningkatan ekspor, pengembangan riset dan teknologi, hingga kolaborasi inovasi produk berkelanjutan yang diharapkan mampu memperkuat posisi industri semen Indonesia di pasar internasional.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup berbagai pembangunan infrastruktur penting. Salah satunya peningkatan kapasitas terminal khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT, yang dilakukan melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga yang sudah ada.
Tak hanya itu, perusahaan juga membangun sejumlah fasilitas produksi seperti blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system 15.000 ton, serta dua cement silo system dengan kapasitas masing-masing 18.000 ton.
Untuk menunjang distribusi semen ke pasar ekspor, proyek ini juga dilengkapi dengan tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang akan mengirim semen curah langsung dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga.
Direktur Utama menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut kini telah mencapai 99 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Pada tahap awal operasional, fasilitas ini diperkirakan mampu mengekspor sekitar 450 ribu ton semen pada tahun ini, dengan potensi kapasitas ekspor mencapai 1 juta ton per tahun.
“Dalam sinergi bersama dan kerja sama dengan , fasilitas ini akan memperkuat kapasitas industri nasional untuk menjangkau pasar global sekaligus meningkatkan utilisasi produksi di tengah perlambatan pasar domestik,” ujar Rizki.
Dengan hampir rampungnya proyek strategis ini, industri semen nasional diharapkan semakin siap menghadapi persaingan global sekaligus memperluas pasar ekspor dari Indonesia ke berbagai negara.
[ROBY]





