Hujan Tak Padamkan Antusiasme, Screen on The Green FSAI 2026 Sulap Kebun Raya Bogor Jadi Bioskop Alam Penuh Kehangatan

Oplus_131072

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Rintik hujan yang mengguyur kawasan Kebun Raya Bogor tak sedikit pun meredupkan semangat ratusan pengunjung yang memadati hamparan rumput hijau Ecodome, Sabtu (16/5/2026). Berbalut jas hujan transparan dan payung warna-warni, para penonton tetap bertahan menikmati kemeriahan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 melalui program spesial “Screen on The Green.”

Pemandangan itu menjadi bukti bahwa kekuatan sinema mampu menyatukan masyarakat dalam suasana hangat, santai, dan penuh kebersamaan. Duduk di bean bag warna-warni di tengah rindangnya pepohonan Kebun Raya Bogor, para keluarga, anak-anak, hingga pecinta film larut dalam pengalaman menonton yang berbeda dari biasanya.

Tahun ini, FSAI menghadirkan terobosan baru dengan konsep bioskop ruang terbuka yang untuk pertama kalinya digelar di Kebun Raya Bogor. Program ini menjadi bagian dari rangkaian festival yang dilaksanakan di 11 daerah di Indonesia, memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya sinema berkualitas.

Nicola Campion, Minister Counsellor Political & Strategic Communications, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat dan suksesnya penyelenggaraan perdana di lokasi ikonik tersebut.

para penikmat film

“Kami merasa bangga festival ini diselenggarakan di sebelas daerah di Indonesia. Yang sangat spesial hari ini adalah untuk pertama kalinya kegiatan ini digelar di Kebun Raya Bogor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Screen on The Green dirancang sebagai ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati film dalam suasana yang lebih inklusif dan akrab bersama keluarga.

“Program baru ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul di ruang terbuka bersama keluarga. Film menghadirkan cerita yang dapat menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas,” ungkapnya.

Pemutaran film animasi “200% Wolf” menjadi magnet utama malam itu. Meski hujan sempat turun, antusiasme penonton tak surut. Justru suasana gerimis, payung-payung terbuka, dan layar lebar yang menyala di tengah alam menciptakan atmosfer sinematik yang unik dan berkesan.

Lebih dari sekadar hiburan, FSAI 2026 menjadi simbol kuat hubungan budaya antara Australia dan Indonesia. Dari hamparan hijau Kebun Raya Bogor, festival ini membuktikan bahwa cerita di layar lebar mampu menembus batas bahasa, menyatukan keluarga, komunitas, dan bangsa dalam satu ruang apresiasi yang hangat dan penuh makna.

[PENIEL ZEBUA]

Facebook Comments Box

Pos terkait