Lahan Sitaan Negara Kembali ke Korporasi? Warga Desa Tilap Hadang PT AKPL–Sinarmas

SAMPIT, PARLEMENRAKYAT.id – Gelombang penolakan meledak di Desa Tilap. Warga bergerak serentak menghadang aktivitas PT AKPL Group Sinarmas yang disebut menerima Kerja Sama Operasi (KSO) lahan sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) seluas 3.351 hektar dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), tanpa pemberitahuan kepada masyarakat desa.

Ketegangan memuncak ketika warga memasang baliho penolakan dan mendirikan pondok penjagaan di areal lahan. Langkah itu diambil untuk memastikan tidak ada aktivitas panen maupun pengelolaan oleh perusahaan di atas lahan yang kini berstatus sitaan negara.

Salah satu warga Desa Tilap, Catur, menyuarakan kekecewaan mendalam. Ia menilai keputusan KSO tersebut sebagai tamparan keras bagi warga yang selama ini berharap negara menghadirkan keadilan agraria, bukan justru membuka kembali karpet merah bagi korporasi.

“Kami jaga lahan ini siang dan malam. Kami tidak ingin PT AKPL Group Sinarmas kembali panen di lahan sitaan Satgas PKH. Harapan kami jelas, lahan ini dikelola oleh koperasi warga, bukan dikembalikan ke perusahaan,” tegas Catur.

Menurutnya, warga Desa Tilap telah mengajukan permohonan resmi kepada PT Agrinas Palma Nusantara agar pengelolaan lahan sitaan diserahkan kepada masyarakat melalui Koperasi Tilap Mandiri Sejahtera. Namun harapan itu pupus setelah muncul informasi bahwa KSO justru diberikan kembali kepada PT AKPL.

“Kalau lahan ini sudah disita negara, kenapa kembali jatuh ke tangan perusahaan? Di mana posisi warga yang hidup dan bergantung dari tanah ini?” ujarnya dengan nada getir.

Warga menilai skema KSO tersebut berpotensi mengulang konflik lama dan memperlebar jurang ketidakadilan. Alih-alih menjadi solusi, kebijakan itu justru memantik kemarahan publik dan memunculkan kecurigaan atas arah penataan lahan pasca penyitaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Agrinas Palma Nusantara maupun PT AKPL Group Sinarmas belum memberikan klarifikasi resmi. Sementara itu, warga Desa Tilap menegaskan akan terus bertahan menjaga lahan hingga ada keputusan terbuka dan berpihak kepada masyarakat.

[RED]

Facebook Comments Box

Pos terkait