Abdul Rohim Resmi Maju Calon Kades PAW Gunung Picung, Tegaskan Kepemimpinan Turun ke Warga

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mulai menghangat. Salah satu figur yang resmi menyatakan maju adalah Abdul Rohim, tokoh masyarakat yang akrab disapa “Abah”.

Pemilihan PAW Desa Gunung Picung sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 18 Januari 2026. Abdul Rohim memastikan seluruh tahapan pendaftaran telah ia lalui dengan tuntas.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, saya sudah mantap. Proses pendaftaran dan seluruh persyaratan administrasi telah kami serahkan dan dinyatakan lengkap oleh panitia,” ujarnya saat diwawancarai.

Pria kelahiran 29 November 1975 ini mengusung semangat kepemimpinan berbasis nilai lokal Sunda, yakni “Saba Dulur, Saba Lembur, Saba Batur”. Menurutnya, semboyan tersebut bukan sekadar slogan kampanye, melainkan prinsip kerja yang akan dijalankan secara nyata bila dirinya dipercaya memimpin Desa Gunung Picung.

Ia menegaskan, seorang kepala desa harus hadir langsung di tengah masyarakat—datang, melihat, mendengar, dan memahami persoalan warga dari dekat.

“Saba itu artinya mendatangi. Dulur berarti saudara, Lembur artinya kampung, dan Batur adalah masyarakat luas. Seorang pemimpin harus turun ke bawah, tanpa jarak,” jelasnya.

Lebih jauh, Abdul Rohim menekankan komitmennya untuk menghapus sekat-sekat perbedaan pasca pemilihan. Tidak boleh ada lagi dikotomi antara pendukung dan bukan pendukung.

“Ke depan, tidak ada lagi perbedaan. Mau yang memilih saya atau tidak, semuanya sama: warga Desa Gunung Picung,” tegasnya.

Dalam visi kepemimpinannya, Abdul Rohim bercita-cita membangun Desa Gunung Picung yang terbuka, berkeadilan, dan akuntabel. Ia menilai pembangunan desa tidak boleh berhenti pada fisik semata, melainkan harus menyentuh pemberdayaan sumber daya manusia.

Sebagai contoh, ia menyampaikan bahwa setiap proyek pembangunan di suatu wilayah harus melibatkan masyarakat setempat.

“Kalau ada pembangunan di RW 01, maka yang mengerjakannya harus warga RW 01. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya merasakan hasilnya, tapi juga merasakan manfaat ekonominya,” paparnya.

Abdul Rohim juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan masukan dari seluruh elemen desa. Ia menegaskan, membangun desa tidak bisa dilakukan oleh kepala desa dan perangkat saja.

“Saya mohon masukan dan kritik dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Membangun desa harus melibatkan semua unsur,” katanya.

Sebagai informasi, Pemilihan PAW Desa Gunung Picung dilaksanakan menyusul wafatnya Kepala Desa sebelumnya, almarhum Haji Oman, yang meninggal dunia pada 5 Agustus 2025 lalu.

Dengan pengalaman sosial dan pendekatan kepemimpinan yang membumi, Abdul Rohim hadir sebagai salah satu figur yang siap membawa semangat kebersamaan dalam membangun Desa Gunung Picung ke depan.

(ROBI)

Facebook Comments Box

Pos terkait