MOROWALI, PARLEMENRAKYAT.id – Kepanikan sempat melanda warga Bahodopi pada Kamis (4/12/2025) setelah sebuah video yang menampilkan sobekan uang pecahan Rp100.000 beredar luas di berbagai grup WhatsApp. Dugaan awal bahwa uang tersebut adalah uang palsu langsung memicu spekulasi dan keresahan publik. Namun Polsek Bahodopi bergerak cepat, memastikan bahwa benda itu bukan uang palsu, melainkan sekadar uang mainan anak-anak.
Video yang viral sejak pukul 11.00 WITA memperlihatkan kerumunan warga yang memenuhi pinggir Jalan Trans Sulawesi, kawasan Tembe, Desa Lalampu. Dalam video tersebut, warga terlihat memeriksa sobekan uang dengan teliti, sebagian bahkan tampak bingung dan khawatir. Narasi yang tersebar di grup-grup percakapan membuat situasi makin panas—bahwa uang palsu ditemukan di wilayah Bahodopi.
Melihat kegaduhan yang mulai mengalir di ruang digital, Kapolsek Bahodopi Ipda Ewaldo Tasmi, S.Tr.K, langsung mengambil langkah cepat. Ia mengerahkan personel piket dan Unit Reskrim menuju lokasi untuk memeriksa temuan yang membuat geger itu. Sekitar pukul 11.40 WITA, tim tiba di TKP dan melakukan pengecekan langsung.
“Saat tiba di lokasi, masih ada warga yang berkumpul. Kami segera meminta izin untuk memeriksa sobekan uang tersebut agar bisa memastikan kebenarannya,” ungkap Ipda Ewaldo.
Hasil pemeriksaan polisi memutus keresahan warga: sobekan uang itu tertulis jelas “BANK INDONESIA – UANG MAINAN”, menunjukkan bahwa temuan tersebut bukanlah bagian dari peredaran uang palsu, melainkan uang mainan yang biasa digunakan anak-anak.
“Tulisan itu langsung terlihat begitu sobekan dibuka. Jadi jelas, ini murni uang mainan. Warga yang pertama kali menemukan kemungkinan tidak sempat mengecek lebih teliti,” jelas Kapolsek.
Ewaldo menegaskan pentingnya verifikasi di tengah derasnya peredaran informasi digital. Sebuah hoaks kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kepanikan massal jika tidak segera diluruskan.
“Hoaks mempunyai daya ledak yang cepat. Karena itu kami bergerak secepat mungkin untuk memastikan fakta agar warga tidak terprovokasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama melalui media sosial dan grup percakapan yang sangat cepat memviralkan isu-isu sensitif.
“Pastikan dulu sumbernya resmi sebelum membagikan informasi. Jangan sampai kita ikut menyebarkan kabar yang menyesatkan,” imbaunya.
Meski polisi masih menelusuri asal-usul uang mainan tersebut, Kapolsek memastikan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan kriminalitas, melainkan murni kesalahpahaman yang terlanjur menghebohkan publik.
“Situasi aman. Warga tidak perlu khawatir. Kami terus memantau dan akan memberikan informasi yang valid untuk mencegah keresahan,” tutup Ewaldo.
[RED]





