BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id – 29 Desember 2025, Viral di media sosial, video keributan antara relawan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibening dan wali murid akhirnya mendapat klarifikasi resmi.
Relawan dan karyawan SPPG di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, angkat bicara, mengurai duduk perkara sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas sikap emosional yang terjadi.
Peristiwa tersebut dipicu oleh komentar wali murid di media sosial yang menyinggung hasil kerja relawan. Komentar itu disampaikan secara terbuka, tanpa mengetahui kondisi relawan yang saat itu berada di titik kelelahan ekstrem setelah bekerja hampir 24 jam tanpa jeda.
“Kami mulai bekerja sejak pukul 12 malam sampai 12 siang. Hampir tanpa istirahat. Kami hanya berharap kerja keras ini bisa dihargai,” ungkap salah satu relawan SPPG Cibening.
Relawan menegaskan, persoalan utama bukan terletak pada kritik, melainkan cara penyampaian yang dinilai kurang tepat dan langsung diumbar ke ruang publik.
Dalam kondisi fisik dan mental yang terkuras, emosi pun tak terbendung hingga berujung pada perkataan yang kini menuai sorotan luas.
“Kami sadar, kami hanya manusia biasa. Saat itu kami sangat lelah dan terbawa emosi. Kami mohon maaf atas ucapan yang kurang pantas,” ujar perwakilan relawan dalam klarifikasinya.
Meski demikian, relawan menegaskan tidak antikritik. Semua masukan, termasuk dari wali murid, justru akan dijadikan bahan evaluasi demi perbaikan pelayanan ke depan, terutama dalam hal komunikasi dan keterbukaan informasi.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa relawan SPPG Cibening tetap berkomitmen menjalankan tugas kemanusiaan mereka dengan penuh tanggung jawab.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bersama, bukan sekadar tontonan viral, melainkan momentum untuk memperbaiki komunikasi antara penyedia layanan dan masyarakat penerima manfaat.
[WBS]





