BOJONGGEDE, BOGOR – Gelombang harapan para calon peserta didik baru mulai terasa di SMP Negeri 1 Bojonggede. Sejak dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, para orang tua berlomba memastikan anak-anak mereka mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di salah satu sekolah negeri favorit tersebut.
Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, SMPN 1 Bojonggede memastikan seluruh proses penerimaan berjalan sesuai aturan. Sekolah menegaskan bahwa mekanisme seleksi tahun ini sepenuhnya mengikuti sistem yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dengan proses transparan berbasis aplikasi digital.
SMPN 1 Bojonggede sendiri menyiapkan daya tampung sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 40 siswa setiap kelas, sehingga total terdapat 400 kursi yang tersedia bagi calon murid baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Hal tersebut disampaikan Marfhi selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang mewakili Kepala SMPN 1 Bojonggede saat memantau pelaksanaan SPMB, Senin (22/6/2026).
“Pelaksanaan SPMB tahun ini mengikuti aturan serta kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Pendaftaran dilakukan secara online mulai tanggal 22 hingga 26 Juni 2026 melalui aplikasi yang sudah disiapkan,” ujar Marfhi.
Ia menjelaskan, terdapat empat jalur dalam penerimaan murid baru tahun ini, yakni jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi. Seluruh proses dilakukan melalui sistem yang telah terintegrasi, mulai dari pengunggahan dokumen hingga penentuan hasil seleksi.
Untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan, pihak sekolah telah menyiapkan tenaga teknis yang siap membantu para orang tua dalam proses pendaftaran.
“Masih ada masyarakat yang mengalami kendala saat mengunggah data atau memahami sistem aplikasi. Karena itu kami menyediakan pelayanan teknis agar orang tua bisa terbantu dan proses pendaftaran berjalan lancar,” jelasnya.
Marfhi menegaskan, SMPN 1 Bojonggede tidak memiliki kewenangan menentukan siapa calon murid yang diterima. Semua keputusan berdasarkan sistem yang bekerja sesuai data, persyaratan, serta hasil perangkingan masing-masing jalur.
“Sekolah hanya melakukan verifikasi data yang masuk. Penentuan diterima atau tidaknya calon murid dilakukan oleh sistem berdasarkan aturan dan kuota yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Adapun pembagian kuota penerimaan tahun ini terdiri dari:
- Jalur Domisili 40 persen atau sebanyak 160 siswa
- Jalur Afirmasi 20 persen atau sebanyak 80 siswa
- Jalur Prestasi 35 persen, dengan rincian:
- Akademik 27 persen sebanyak 108 siswa
- Non Akademik 8 persen sebanyak 32 siswa
- Jalur Mutasi 5 persen atau sebanyak 20 siswa
Dengan total kuota 400 siswa, setiap calon peserta didik akan bersaing melalui mekanisme perangkingan sesuai jalur yang dipilih.
Pihak sekolah pun mengingatkan agar para orang tua benar-benar memperhatikan setiap persyaratan yang harus dimasukkan ke dalam sistem.
“Kelengkapan dan kebenaran data menjadi hal penting. Jika ditemukan kendala, kami akan melakukan komunikasi melalui akun atau nomor yang terdaftar agar dapat segera dibantu,” ungkapnya.
Selain kesiapan dalam pelaksanaan SPMB, SMPN 1 Bojonggede juga memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah telah memenuhi standar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Saat ini SMPN 1 Bojonggede diperkuat oleh tenaga pendidik yang terdiri dari 23 orang PNS, 14 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta 2 tenaga paruh waktu.
Dengan sistem seleksi berbasis digital dan dukungan tenaga pendidik yang memadai, SMPN 1 Bojonggede berharap pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dapat berjalan tertib, transparan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan putra-putrinya.
[L1M]





