SPMB 2026 SMPN 1 Citeureup: 400 Kursi Diperebutkan, Sekolah Tegaskan Sistem Digital Jadi Penentu Kelulusan

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Hiruk pikuk pendaftaran calon murid baru mulai terasa di SMPN 1 Citeureup. Para orang tua bersama putra-putrinya berdatangan untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Di tengah antusiasme masyarakat yang ingin bergabung dengan salah satu sekolah favorit tersebut, SMPN 1 Citeureup memastikan seluruh tahapan penerimaan murid baru berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan.

Saat media melakukan pemantauan langsung, Rabu (24/6/2026), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Citeureup, Enceng Kusnawijaya, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam membantu proses pendaftaran berbasis sistem digital.

“Kami hanya menjalankan tugas yang diberikan, melakukan pengawasan serta memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Semua proses mengikuti ketentuan dari pusat melalui Dinas Pendidikan,” ujar Enceng.

Tahun ini SMPN 1 Citeureup membuka daya tampung sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 40 siswa setiap kelas, sehingga total calon murid yang akan diterima mencapai 400 siswa.

Pelaksanaan SPMB berlangsung secara daring melalui aplikasi yang telah disiapkan dengan empat jalur penerimaan, yaitu Jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi.

Enceng menjelaskan bahwa peran sekolah dalam proses tersebut adalah memberikan pelayanan, membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis, serta melakukan verifikasi terhadap data dan dokumen yang telah dimasukkan ke dalam sistem.

“Kami melayani masyarakat dan membantu orang tua yang mengalami kendala, terutama saat mengunggah data atau melengkapi persyaratan. Kami memberikan sosialisasi agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa proses seleksi saat ini dilakukan secara sistematis melalui aplikasi, sehingga pihak sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang diterima.

“Sistem yang bekerja dan menentukan berdasarkan data yang masuk, hasil penilaian, serta perangkingan sesuai kuota masing-masing jalur. Sekolah hanya melakukan verifikasi data yang telah diajukan,” tegas Enceng.

Dalam SPMB 2026, kuota penerimaan SMPN 1 Citeureup dibagi dengan rincian jalur Domisili sebesar 40 persen, Afirmasi 20 persen, Prestasi 35 persen, serta Mutasi 5 persen.

Untuk jalur prestasi, sekolah akan melakukan tahapan pengujian kemampuan, terutama bagi peserta jalur non akademik yang akan dinilai oleh pihak berkompeten sesuai bidang prestasi yang dimiliki berdasarkan piagam penghargaan yang telah dilegalisir.

Selain memberikan pelayanan administrasi, panitia SPMB SMPN 1 Citeureup juga aktif membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan memahami sistem pendaftaran online.

Atu, bagian Humas dalam kepanitiaan SPMB, mengatakan bahwa pihak sekolah terus memberikan pendampingan agar calon pendaftar dapat memenuhi seluruh persyaratan dengan benar.

“Kami membantu ketika ada kendala dalam sistem maupun pengunggahan data. Kami berharap masyarakat memahami bahwa proses penerimaan dilakukan melalui sistem yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Dengan fasilitas sarana dan prasarana yang telah memenuhi standar kegiatan belajar mengajar, SMPN 1 Citeureup siap menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Pelaksanaan SPMB tahun ini menjadi bukti bahwa proses penerimaan murid baru terus bergerak menuju sistem yang lebih transparan, objektif, dan berbasis teknologi, dengan harapan memberikan kesempatan terbaik bagi seluruh calon peserta didik.

[L1M]

Facebook Comments Box

Pos terkait