Satu Ekor Sapi, Seribu Makna: Pemilik Lahan 333 Hektare Desa Satiung Tebar Semangat Persatuan Sambut Idul Adha

SAMPIT, PARLEMENRAKYAT.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali tumbuh di tengah masyarakat Desa Satiung. Kelompok warga pemilik lahan seluas 333 hektare menunjukkan komitmennya dalam mempererat tali persaudaraan dengan menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat melalui Masjid Nor Hidayah Desa Satiung.

Penyerahan hewan kurban tersebut bukan sekadar bentuk ibadah tahunan, melainkan simbol nyata kuatnya rasa persatuan, solidaritas, dan kepedulian antarwarga demi menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Bantuan satu ekor sapi itu secara resmi diterima oleh Mukdin selaku kaum sekaligus tokoh masyarakat Desa Satiung, yang nantinya akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Perwakilan warga pemilik lahan 333 hektare, Masroby, menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban ini merupakan bentuk kebersamaan yang terus dijaga oleh para pemilik lahan bersama sebagian warga Desa Satiung.

“Benar, saya mewakili pemilik tanah 333 hektare bersama sebagian warga Desa Satiung menyerahkan satu ekor sapi yang diterima oleh Mukdin selaku tokoh masyarakat untuk kurban di Masjid Nor Hidayah pada Hari Raya Idul Adha tanggal 27 Mei 2026 nanti,” ujar Masroby.

Ia menambahkan, momentum Idul Adha harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat rasa saling mendukung dalam membangun desa.

“Harapan kami, Hari Raya Kurban ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah kekuatan utama. Antarwarga harus saling mendukung demi kepentingan bersama, bukan saling menjatuhkan. Jika kita kompak, maka Desa Satiung akan semakin maju,” tegasnya.

Langkah mulia ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain bernilai ibadah, bantuan hewan kurban tersebut juga membawa pesan moral yang kuat bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong tetap menjadi pondasi utama dalam menjaga keutuhan sosial.

Melalui semangat Idul Adha, warga Desa Satiung diharapkan semakin solid, terus mempererat persaudaraan, serta bersama-sama menatap masa depan desa dengan penuh optimisme dan kekompakan.

[RED]

Facebook Comments Box

Pos terkait