BANDA ACEH — Menjelang bulan suci Ramadan 2026, masyarakat Aceh Timur dihebohkan oleh beredarnya informasi pembukaan pendaftaran bantuan bagi warga miskin. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.
Baitul Mal Aceh secara tegas membantah informasi yang telah menyebar luas di tengah masyarakat itu. Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. Muhammad Yunus, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah mengeluarkan kebijakan maupun membuka pendaftaran bantuan Ramadan sebagaimana yang diklaim oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks,” tegas Tgk. Muhammad Yunus, Jumat (23/01/2026).
Ia menjelaskan, belum adanya kebijakan bantuan Ramadan disebabkan oleh proses dan pertimbangan administratif yang masih berjalan di internal lembaga. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak berasal dari saluran resmi.
Lebih lanjut, Baitul Mal Aceh juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan dokumen pribadi, data kependudukan, maupun sejumlah uang kepada oknum yang mengatasnamakan Baitul Mal atau program bantuan sosial tertentu.
“Modus penipuan seperti ini kerap muncul menjelang momen-momen keagamaan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah tergiur janji bantuan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta untuk memverifikasi setiap informasi terkait bantuan sosial hanya melalui kanal resmi Baitul Mal Aceh atau instansi pemerintah yang berwenang, baik melalui pengumuman tertulis, media resmi, maupun saluran komunikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baitul Mal Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang transparan dan bertanggung jawab, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Dengan klarifikasi ini, Baitul Mal Aceh berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi isu hoaks, dan selalu mengutamakan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan informasi.
[RED]





