KATINGAN, PARLEMENRAKYAT.ID – Penyidikan kasus penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, terus bergulir. Di balik pengungkapan para tersangka, perhatian publik kini tertuju pada sejumlah perempuan yang dikabarkan turut diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah.
Beragam informasi beredar di tengah masyarakat. Salah satunya menyebut seorang perempuan berinisial Na ikut diperiksa penyidik. Nama tersebut bahkan dikaitkan dengan seorang anggota DPRD Katingan berinisial G serta Kepala Desa Tumbang Marak berinisial A.
Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Pihak keluarga memberikan klarifikasi bahwa Na tidak pernah diperiksa dalam perkara tersebut dan meminta masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Di sisi lain, penyidik diketahui memang tengah mendalami keterangan seorang perempuan berinisial De. Berdasarkan informasi yang dihimpun, De diduga berada di sekitar lokasi saat peristiwa berdarah itu terjadi dan disebut memiliki hubungan dengan salah satu tersangka yang kini telah diamankan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kepolisian mengenai status hukum De. Belum dapat dipastikan apakah yang bersangkutan hanya dimintai keterangan sebagai saksi atau memiliki keterkaitan lain yang masih menjadi bagian dari proses penyidikan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Adi Purnomo, membenarkan adanya pendalaman terhadap seorang perempuan yang merupakan anak Kepala Desa di wilayah Kecamatan Katingan Tengah.
“Masih kami dalami. Yang bersangkutan merupakan anak Kepala Desa Tumbang Marak,” ujar Kombes Pol. Adi Purnomo kepada wartawan.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa penyidik masih bekerja mengumpulkan fakta dan alat bukti sebelum menentukan status hukum pihak-pihak yang dimintai keterangan.
Kasus Tumbang Kalemei sendiri masih menyisakan banyak pertanyaan. Selain memburu seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika, penyidik juga terus menelusuri siapa saja yang berada di lokasi saat insiden tragis yang merenggut nyawa tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan terjadi.
Masyarakat diharapkan tidak terpancing oleh kabar yang belum terverifikasi. Seluruh proses hukum saat ini masih berlangsung, dan kepolisian menegaskan setiap perkembangan akan disampaikan secara resmi setelah didukung bukti serta hasil penyidikan yang sah.
Publik kini menantikan pengungkapan menyeluruh dari Polda Kalimantan Tengah, termasuk kejelasan mengenai pihak-pihak yang diperiksa dan peran masing-masing dalam kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.
[RED]





