Reses DPRD Kabupaten Bogor di Cileungsi: 140 Usulan Mengalir, Sampah dan Banjir Jadi Sorotan Utama

CILEUNGSI, PARLEMENRAKYAT.ID – Aula Kecamatan Cileungsi dipenuhi semangat aspirasi saat DPRD Kabupaten Bogor menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026/2027 Dapil 2, Selasa (10/2/2026) pukul 10.00 WIB. Forum ini menjadi ruang terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus harapan pembangunan ke depan.

Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, AP., M.Si., dalam paparannya menyampaikan rincian usulan pembangunan yang telah dihimpun. Untuk tahun 2026 tercatat sebanyak 33 program pembangunan, sementara untuk tahun 2027 sebanyak 107 program usulan telah disiapkan. Selain itu, Camat juga memaparkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Cileungsi tahun 2025/2026 bagi Pemerintah Kabupaten Bogor.

Namun, di balik angka-angka tersebut, satu persoalan yang kembali mengemuka adalah masalah sampah dan lingkungan hidup. Persoalan klasik ini masih menjadi keluhan utama warga. Camat menegaskan bahwa solusi penanganan sampah telah dimasukkan dalam rencana program 2026/2027 dan diharapkan menjadi Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD untuk diperjuangkan di tingkat paripurna.

Seluruh pemaparan tersebut dicatat oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor yang hadir dari Fraksi Gerindra, Golkar, PPP, PKS, dan NasDem.

Aspirasi Dicatat, Komitmen Ditegaskan

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua/Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Bogor, Junaedi Samsudin, SH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Cileungsi, unsur MUI, TP-PKK, Karang Taruna, KNPI, PGRI, UPT PU I–IV, Puskesmas, PMI, kepala sekolah, pembina PAUD, LPM, serta undangan lainnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum reses telah dicatat dan akan diperjuangkan dalam rapat-rapat DPRD Kabupaten Bogor.

“Kami menerima dan mencatat semua usulan yang disampaikan hari ini. Ini akan menjadi Pokir yang akan kami perjuangkan bersama,” ujarnya.

Drainase dan Sungai Mampet Jadi Keluhan Mendesak

Memasuki sesi dialog, sejumlah persoalan teknis disampaikan para kepala desa.

Kepala Desa Pasir Angin, Ismail HS, menyoroti persoalan saluran Ciketing yang melintasi wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Permasalahan lintas wilayah ini dinilai memerlukan koordinasi terpadu. Anggota Komisi III DPRD, Beben Suhendar, SH., MH (Gerindra) dan H. Achmad Patohni, ST., M.P.W.K (PKS), menyatakan perlunya peninjauan lapangan bersama pihak kecamatan dan Dinas PU guna mengetahui akar persoalan dan mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan melibatkan pihak pengusaha.

Sementara itu, Kepala Desa Situsari, Dahlan, dan Kepala Desa Cipeucang, Gopur Atmaja, mengungkap kondisi Kali Cibarengkok/BPSK yang mengalami penyumbatan hingga menyebabkan banjir musiman di wilayah Cipeucang. DPRD Dapil 2 menyatakan akan menindaklanjuti dengan peninjauan langsung ke lokasi.

Dari Sekolah, BPJS Lansia, hingga Fasilitas Olahraga

Selain persoalan drainase dan sungai, forum juga mencatat berbagai aspirasi lain, di antaranya perbaikan sekolah dan penambahan ruang kelas, pemblokiran BPJS bagi lansia, perbaikan jalan rusak di sejumlah titik, hingga ketersediaan lahan kantor PGRI Kecamatan Cileungsi.

Menariknya, aspirasi warganet turut dibacakan langsung oleh Camat, seperti permintaan pembangunan lapangan sepak bola mini di bawah flyover, GOR Kecamatan Cileungsi, taman rekreasi dan wisata, serta lapangan futsal.

Ditutup dengan Harapan dan Semangat Kebersamaan

Di akhir kegiatan, Junaedi Samsudin kembali menegaskan komitmen DPRD untuk memperjuangkan seluruh aspirasi yang telah disampaikan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026, mengajak seluruh pihak untuk mempererat kebersamaan.

Reses telah selesai, catatan aspirasi telah terkumpul. Kini masyarakat Cileungsi menantikan realisasi nyata dari setiap janji yang telah terucap di forum resmi tersebut.

[SBR]

Facebook Comments Box

Pos terkait