PESAWARAN, PARLEMENRAKYAT.id – Di tengah malam yang tenang, Dusun 4 Desa Sukaraja mendadak hidup. Bukan karena keramaian biasa, tapi karena kehadiran enam mahasiswi Poltekes Tanjung Karang yang datang bukan untuk jalan-jalan, melainkan membawa misi penting: membangkitkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat desa.
Kegiatan ini berlangsung Senin malam, 5 Agustus 2025, bertempat di rumah Kepala Dusun 4, Doni Maulana, yang sekaligus menjadi tuan rumah penyuluhan. Dihadiri para Ketua RT dari RT 01 hingga RT 05, acara ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan misi mulia: membentuk desa sadar kesehatan dari akar rumput.
“Sosialisasi ini bukan hanya formalitas,” tutur Doni Maulana tegas. “Kami ingin masyarakat benar-benar memahami pentingnya hidup bersih dan sehat. Ini soal kebiasaan, budaya, dan masa depan anak cucu kita.”
Dari Teori ke Aksi Nyata
Tidak sekadar berbagi teori, para mahasiswi Poltekes memberikan penyuluhan langsung, menjelaskan pola hidup sehat, pentingnya kebersihan lingkungan, gizi seimbang, hingga peran penting posyandu bagi ibu hamil, balita, hingga lansia. Semuanya dibawakan dengan bahasa yang ringan, akrab, dan menyentuh kebutuhan warga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Konsep Posyandu Terintegrasi menjadi salah satu inovasi yang disorot, karena mampu menjangkau langsung masyarakat yang membutuhkan layanan dasar kesehatan.
Menuju Indonesia Emas Dimulai dari Desa
Langkah kecil dari dusun ini adalah bagian dari visi besar Indonesia. Ketika kesadaran kesehatan tumbuh dari desa, maka fondasi menuju Indonesia Emas 2045 kian kokoh. Mahasiswi Poltekes hadir bukan sekadar belajar lapangan, tapi menjadi agen perubahan yang membawa semangat sehat ke pintu-pintu rumah warga.
Acara malam itu berakhir dengan senyuman, tepuk tangan, dan komitmen baru: menjadikan Desa Sukaraja sebagai desa yang sehat, kuat, dan penuh harapan.
[ARIYANDI]





