BANYUATES, PARLEMENRAKYAT.id – Gelombang kemarahan warga Banyuates terhadap kinerja teknisi PLN semakin menguat. Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang, tanpa jadwal jelas maupun pemberitahuan resmi, membuat masyarakat menilai layanan PLN di wilayah tersebut kian amburadul dan jauh dari standar pelayanan publik.
Selama beberapa minggu terakhir, pemadaman datang silih berganti—tanpa pola, tanpa pemberitahuan, dan tanpa penjelasan memadai. Listrik padam di waktu-waktu krusial: saat warga menyiapkan usaha, saat anak-anak belajar, hingga ketika peralatan elektronik sedang digunakan. Situasi ini menimbulkan kerugian dan keresahan yang semakin meluas.
Warga menilai teknisi PLN di wilayah Banyuates lamban merespons dan tidak menunjukkan kesiapan dalam menangani gangguan. Banyak laporan masyarakat hanya berbalas “sedang dicek”, namun pemadaman terus berulang tanpa pembenahan yang terlihat. Kondisi ini memunculkan kesan kuat bahwa PLN gagal menjaga keandalan jaringan dan tidak memiliki manajemen darurat yang profesional.
“Setiap hari padam, tapi tidak ada pemberitahuan. Kapan ada perbaikan yang benar? Kami butuh kepastian, bukan pemadaman mendadak,” keluh seorang warga yang sudah berulang kali terdampak.
Desakan warga agar PLN melakukan evaluasi menyeluruh semakin keras. Transparansi informasi, kecepatan penanganan, hingga kesiapan teknisi di lapangan menjadi tuntutan utama yang harus segera dibenahi. Masyarakat Banyuates berharap PLN tidak lagi bersembunyi di balik alasan klasik, dan mulai menunjukkan perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung.
Di tengah kondisi yang semakin meresahkan, warga hanya berharap satu hal: PLN kembali menjalankan fungsinya dengan benar, bukan terus menyajikan pemadaman tanpa solusi.
[EVANS]





