Dugaan Pungli Menggurita di , Warga Desak Bersih-bersih Oknum

DEPOK, PARLEMENRAKYAT.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan birokrasi kembali mencuat dan menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (19/02/2026), sejumlah oknum diduga memanfaatkan proses pelayanan administrasi sebagai ladang keuntungan pribadi.

Tim investigasi menyebutkan, praktik pungli diduga terjadi dalam berbagai pengurusan perizinan hingga layanan tingkat lingkungan. Oknum tertentu, mulai dari unsur RT, RW hingga pihak yang mengatasnamakan instansi daerah, disebut meminta biaya tambahan di luar ketentuan resmi.

Ironisnya, Kota Depok dikenal dengan semboyan Paricara Dharma yang berarti pemerintah sebagai abdi masyarakat yang menjunjung kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Filosofi tersebut dinilai bertolak belakang dengan kondisi di lapangan apabila dugaan pungli benar terjadi.

“Pengurusan izin kerap dijadikan celah untuk menarik biaya tidak resmi. Ini sangat meresahkan masyarakat,” ungkap sumber tim investigasi.

Selain persoalan pungli, perhatian juga tertuju pada pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal. Dugaan munculnya praktik “mafia sampah” disebut berpotensi merugikan masyarakat serta merusak tata kelola lingkungan jika tidak segera ditindak.

Masyarakat pun berharap di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok, langkah tegas dilakukan untuk membersihkan oknum-oknum yang mencoreng pelayanan publik serta memperbaiki sistem pengawasan internal.

Beberapa wilayah yang menjadi sorotan di antaranya Kecamatan , , dan (BCL). Khusus di kawasan Cinere, termasuk area kompleks , serta wilayah Tanah Baru Beji, warga meminta pengawasan lebih ketat terhadap pelayanan administrasi dan pengelolaan lingkungan.

Tim investigasi menegaskan, laporan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial agar pemerintah daerah dapat bergerak cepat menindaklanjuti dugaan yang berkembang di masyarakat.

“Atas perhatian dan langkah tegas Wali Kota Depok dalam menertibkan pungli serta memperbaiki pelayanan publik, masyarakat berharap perubahan nyata segera dirasakan,” tegas tim investigasi.

[Red/Tim]

Facebook Comments Box

Pos terkait