KOTA DEPOK, PARLEMENRAKYAT.id – Di tengah meningkatnya ancaman bencana di Indonesia, Lembaga Kemanusiaan Baraya Care mengambil langkah strategis dengan menghadirkan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di ruang publik. Bertajuk “Relawan Tangguh untuk Negeri, Melindungi yang Rentan, Membangun yang Tangguh”, kegiatan ini digelar di City Plaza Kota Depok, Sabtu (10/01/2025).
Memilih pusat perbelanjaan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Baraya Care ingin memastikan pesan kesiapsiagaan bencana menjangkau masyarakat luas, langsung ke jantung aktivitas publik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baraya Care Teuku R. Arifin, Ketua Yayasan Al Ahya Firdaus Adjum, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Adnan Mahyudin yang mewakili Wali Kota Depok, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok Mohammad Hafid Natsir, perwakilan Dinas Sosial, OPD terkait, lembaga kemanusiaan, komunitas relawan, serta para undangan lainnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif. Dipandu Widya Raya sebagai pembawa acara, edukasi kebencanaan dikemas secara komunikatif dan diselingi penampilan musik dari grup band mitra Baraya Care, menjadikan acara edukatif namun tetap ringan dan menyenangkan.
Relawan dan Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam sambutannya, Ketua Umum Baraya Care Teuku R. Arifin menegaskan bahwa edukasi kesiapsiagaan bencana di ruang publik merupakan bagian dari komitmen jangka panjang lembaganya.
“Ini bukan yang pertama. Baraya Care konsisten menggelar edukasi kebencanaan di ruang-ruang publik. Tujuannya meningkatkan kapasitas relawan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Apresiasi datang dari Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Adnan Mahyudin. Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dan patut terus didukung karena berkontribusi langsung pada kesiapsiagaan warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mohammad Hafid Natsir, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok. Ia mengaku telah beberapa kali menghadiri kegiatan Baraya Care dan menyatakan dukungan penuhnya.
Ia juga mendorong agar relawan kebencanaan di Kota Depok dapat bersatu dalam satu wadah bersama untuk memperkuat koordinasi.
“Kolaborasi yang solid akan memudahkan penanganan saat bencana terjadi,” katanya.
Indonesia Rawan Bencana, Relawan Jadi Ujung Tombak
Narasumber utama, Iis Yulianti, M.Si, Ketua Tim Pentahelix Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, menegaskan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat kerentanan bencana yang sangat tinggi.
Berdasarkan World Risk Index 2023, Indonesia berada di peringkat kedua negara paling rentan bencana dari 193 negara di dunia.
“Letak geografis dan kondisi geologis membuat Indonesia kaya sumber daya alam, namun sekaligus memiliki ancaman bencana yang beragam dan berisiko tinggi,” jelas Iis.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan perlindungan bagi relawan. Perka BNPB Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana, menurutnya, akan direviu agar lebih relevan dengan kondisi saat ini, termasuk memasukkan aspek perlindungan dan peningkatan kompetensi relawan.
Iis menekankan bahwa setiap relawan wajib memegang prinsip Panca Dharma Relawan: mandiri, profesional, solidaritas, sinergi, dan akuntabel.
“Relawan berperan di seluruh fase kebencanaan, mulai dari pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana,” tegasnya.
Dari Lapangan: Kolaborasi Menjadi Kekuatan
Narasumber kedua, Taufiq Ibra (Kang Ibra) dari Komunitas Relawan Sahabat Siap Selamat, membagikan pengalaman langsung saat melakukan respon bencana di Sumatera, khususnya Aceh.
Melalui tayangan video, Kang Ibra memperlihatkan kondisi memilukan pascabencana, mulai dari tumpukan kayu hingga material longsoran.
“Ratusan lembaga dan ribuan relawan bergerak bersama. Kolaborasi antara relawan dan pemerintah menjadi kekuatan utama dalam menangani bencana di Sumatera,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Baraya Care kembali menegaskan perannya sebagai penggerak kolaborasi dan penguatan kapasitas relawan, demi membangun masyarakat yang lebih tangguh, siap, dan berdaya menghadapi bencana.
[ROBI]




