BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Seruan “Bersatulah” bukan sekadar tema, melainkan pekikan iman yang menggema kuat dalam Musyawarah Nasional (Munas) Gereja Bethel Pembaruan (GBP) 2026 di Kota Bogor.
Digelar pada Rabu, 8 April 2026, di Gedung Gereja GBPKAM Allah Ministry, Jalan Siliwangi No. 22, Bogor Selatan, puluhan pendeta dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam satu tujuan: menyatukan hati, memperkuat iman, dan meneguhkan panggilan pelayanan.
Mengangkat dasar firman dari 1 Korintus 1:10, Munas ini menjadi panggung rohani yang tidak hanya membahas organisasi, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya kesatuan tubuh Kristus di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Ibadah pembukaan berlangsung khidmat namun penuh gairah rohani. Pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh singer Indri membawa suasana ruangan dipenuhi hadirat Tuhan, menciptakan momen refleksi sekaligus penguatan iman bagi setiap peserta.
Momentum semakin menguat saat Pdt. Basuki Hariman naik menyampaikan kesaksian. Dengan nada penuh keyakinan, ia membagikan pengalaman pribadinya tentang pertolongan Tuhan yang nyata dan tak terbantahkan sepanjang tahun ini.
“Tahun ini saya melihat sendiri pertolongan-pertolongan Tuhan yang ajaib dalam hidup saya,” ungkapnya, disambut gemuruh ucapan syukur dari para hadirin yang merasakan getaran iman yang sama.
Tak berhenti di situ, dalam khotbahnya yang diambil dari Lukas 24:12, Pdt. Basuki menegaskan bahwa iman tidak boleh stagnan. Ia menyoroti sosok Petrus yang berlari menuju kubur Yesus—sebuah simbol dari iman yang aktif, berani, dan penuh rasa ingin tahu akan kebenaran ilahi.
Pesan tersebut menjadi tamparan sekaligus dorongan bagi para pendeta: iman sejati bukan hanya didengar, tetapi harus dikejar, dialami, dan dibuktikan dalam tindakan nyata.
Munas GBP 2026 ini pun dipandang sebagai titik api kebangkitan rohani. Bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi pelayanan, dan membawa dampak nyata bagi jemaat serta masyarakat luas.
Di akhir rangkaian ibadah, Ketua Sinode Pdt. Charles Freddy L.T secara resmi membuka Munas dengan simbol ketukan palu—sebuah tanda dimulainya perjalanan penting dalam menentukan arah pelayanan GBP ke depan.
Dengan semangat “Bersatulah”, para pemimpin gereja diingatkan: di tengah perbedaan, hanya dalam kesatuanlah kekuatan itu dilahirkan
[PENIEL ZEBUA]





