BOGOR, PARLEMENRAKYAT.id – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi sehat dan kuat. Bertempat di Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor, Kamis (07/08/2025), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam RI) resmi memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan peletakan batu pertama secara simbolis.
Acara ini menandai dimulainya pembangunan dapur-dapur gizi yang akan melayani masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, perwakilan Kemenko Polkam menyampaikan pentingnya pembangunan fasilitas ini. “Hari ini kita bukan hanya membangun dapur, tapi sedang membangun masa depan bangsa. Kita memulai dari Cijayanti untuk menyuplai kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” tegasnya.
Sebelum acara dimulai, rombongan Kemenko Polkam menyempatkan diri berkunjung ke SD Negeri 03 untuk melihat langsung proses pembagian makan bergizi gratis kepada para siswa. Pemandangan siswa makan bersama dengan menu sehat menjadi bukti bahwa program ini bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar berjalan di lapangan.
Namun, tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak ringan. Indonesia masih dibayangi oleh triple burden of malnutrition, yaitu:
- Kekurangan gizi kronis
- Kelebihan gizi
- Kekurangan zat gizi mikro
Data tahun 2022 mengungkap realita pahit:
- 32% anak mengalami anemia
- 41% anak tidak terbiasa sarapan
- 58% anak memiliki pola makan tidak sehat
Kondisi ini sangat memprihatinkan, terlebih pada fase penting kehidupan seperti masa balita, kehamilan, dan remaja — fase pembentukan sumber daya manusia unggul yang menjadi penentu masa depan Indonesia.
Sebagai solusi konkret, pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Undang-undang yang disahkan pada Juli 2024 ini menjadi payung hukum yang menjamin hak-hak dasar perempuan dan anak, termasuk hak atas gizi seimbang, pendidikan, dan perlindungan selama masa kehamilan hingga usia sekolah.
“Pak Prabowo menekankan pentingnya percepatan implementasi UU ini di seluruh lini, agar tak ada lagi anak yang menderita karena kekurangan gizi. Kita harus pastikan Indonesia tidak kehilangan generasi emasnya,” ujar perwakilan Kemenko Polkam.
Peletakan batu pertama di Cijayanti ini akan segera disusul pembangunan dapur gizi serupa di TB Simatupang dan Cilandak. Harapannya, SPPG bisa menjadi pusat layanan gizi yang aktif, mandiri, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kuat, pemerintah optimistis bahwa upaya ini akan menjadi tonggak awal dalam melawan krisis gizi dan membentuk generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.
[Limbong]





