BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Saat sebagian besar warga masih menikmati waktu istirahat, denyut ekonomi rakyat di kawasan Pasar Anyar Kebon Kembang, Kota Bogor justru mulai bergerak. Sejak dini hari, para pedagang sudah sibuk menata beragam jajanan tradisional yang menjadi incaran masyarakat pencinta kuliner pagi.
Pasar kue subuh yang berada di kawasan Pasar Anyar ini bukan sekadar tempat berjualan makanan, tetapi telah menjadi bagian dari rutinitas warga Bogor dalam mencari sajian segar untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari hidangan keluarga, acara syukuran, arisan, hingga kebutuhan usaha kuliner, semuanya tersedia dengan pilihan yang beragam.
Deretan kue tradisional tersusun rapi menggoda mata para pembeli. Mulai dari lemper, arem-arem, kue lapis, dadar gulung, bolu gulung, kue sus, pie, hingga aneka jajanan pasar lainnya memenuhi lapak para pedagang.

Menariknya, harga yang ditawarkan sangat bersahabat dengan kantong masyarakat. Berbagai jenis kue dapat dibeli mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 per buah, membuat pasar ini tetap diminati berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga para pelaku usaha kecil yang mencari dagangan untuk dijual kembali.
Sejak pukul 04.00 WIB, suasana pasar mulai ramai. Para pedagang telah bersiap menawarkan kue-kue segar, sementara pembeli berdatangan memilih jajanan favorit sebelum stok habis.
Bagi sebagian pedagang, pasar kue subuh bukan hanya tempat mencari keuntungan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang terus menghidupkan ekonomi keluarga. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari menjadi bukti nyata keberadaan pasar tradisional masih memiliki peran penting di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan pasar kue subuh juga menjadi ruang bagi kuliner tradisional untuk tetap bertahan dan dikenal generasi berikutnya. Cita rasa khas jajanan Nusantara yang sederhana namun penuh kenangan membuat tempat ini selalu memiliki daya tarik tersendiri.
Dengan suasana pasar yang khas, pilihan jajanan yang lengkap, serta harga yang terjangkau, Pasar Kue Subuh Pasar Anyar Kebon Kembang tetap menjadi salah satu tujuan favorit warga Bogor untuk berburu kuliner pagi sekaligus merasakan kehidupan ekonomi rakyat yang terus berdenyut sejak matahari belum terbit.
[MANG IBING TEA]





