Jalan Rusak Lagi, Korban Lagi: Sampai Kapan Warga Harus Bertaruh Nyawa di Ruas Ciherang–Ciapus?

BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Pagi itu, Jumat (12/6/2026), Tatang hanya ingin berangkat bekerja seperti hari-hari biasanya. Namun perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas sederhana berubah menjadi kecelakaan akibat kondisi Jalan Ciherang Stamplast–Ciapus, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang kembali memakan korban.

Tatang, warga Perumahan Graha Arradea, terjatuh dari sepeda motornya sekitar pukul 07.00 WIB saat melintasi ruas jalan yang rusak. Jalan yang dipenuhi lubang dan permukaan tidak rata itu diduga membuat kendaraannya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh serta keseleo akibat benturan keras dengan permukaan jalan.

Ironisnya, kecelakaan ini bukanlah kejadian pertama. Bukan pula kedua. Warga menyebut insiden serupa sudah berulang kali terjadi, seolah jalan rusak tersebut telah berubah menjadi “jebakan” yang setiap hari mengintai para pengguna jalan.

“Anak saya hanya ingin berangkat kerja. Tapi karena kondisi jalan yang rusak, dia terjatuh dan mengalami luka-luka. Jalan ini sudah lama rusak dan sangat membahayakan,” ungkap orang tua korban yang juga merupakan wartawan Media Nasional POTRET kepada awak media.

Korban sempat mendapatkan penanganan di Klinik 24 Jam sebelum melanjutkan proses pemulihan. Beruntung, tidak ada patah tulang. Namun keberuntungan tidak bisa terus dijadikan sandaran ketika infrastruktur yang seharusnya menjamin keselamatan justru menjadi sumber bahaya.

Yang membuat warga semakin geram adalah kenyataan bahwa keluhan mengenai jalan tersebut bukan hal baru. Bertahun-tahun masyarakat menyuarakan keresahan, namun kerusakan jalan masih menjadi pemandangan yang akrab.

Bahkan warga masih mengingat insiden memilukan yang pernah terjadi sebelumnya. Seorang ibu hamil dilaporkan terjatuh saat melintas di jalan yang sama dan dikabarkan mengalami keguguran. Peristiwa itu sempat mengguncang masyarakat sekitar dan menjadi peringatan bahwa jalan rusak bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa.

Kini, setelah kembali muncul korban baru, pertanyaan yang mengemuka di tengah masyarakat semakin tajam: haruskah selalu ada korban terlebih dahulu agar perbaikan dilakukan?

Ruas Jalan Ciherang Stamplast–Ciapus merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Dramaga dan Ciomas. Setiap hari ribuan warga melintas untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan publik. Namun di tengah tingginya aktivitas tersebut, kondisi jalan yang rusak masih dibiarkan menjadi ancaman nyata.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait tidak lagi menunggu laporan demi laporan atau korban demi korban. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata berupa perbaikan menyeluruh agar jalan tersebut kembali aman digunakan.

Sebab bagi warga, setiap lubang di jalan bukan sekadar kerusakan infrastruktur. Di baliknya ada risiko kecelakaan, biaya pengobatan, kehilangan mata pencaharian, bahkan ancaman terhadap keselamatan nyawa.

Dan selama jalan itu masih rusak, kekhawatiran warga akan tetap sama: siapa korban berikutnya?

[ROBY]

Facebook Comments Box

Pos terkait