Abdya Panen Harapan: Produktivitas Padi 10,2 Ton per Hektare Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Pangan

ACEH BARAT DAYA, PARLEMENRAKYAT.ID – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mencatat perkembangan di sektor pertanian. Di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, produktivitas padi dilaporkan mencapai 10,2 ton per hektare, sebuah capaian yang menjadi sorotan di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Angka produksi tersebut dipandang sebagai salah satu indikator yang menunjukkan hasil dari penguatan sektor pertanian. Namun, menurut Koordinator Presidium Persatuan Pemuda Mahasiswa Aceh Serantau, Rifqi Maulana, yang perlu dilihat bukan hanya besarnya hasil panen, melainkan proses yang melatarbelakanginya.

“Yang menarik bukan hanya angka produksinya. Ada proses yang harus kita lihat, mulai dari akses benih, dukungan pemerintah, komunikasi dengan pemerintah pusat sampai bagaimana hasil akhirnya dirasakan petani,” ujar Rifqi.

Menurutnya, kemampuan pemerintah daerah membangun koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong berbagai program masuk ke Abdya. Ia mencontohkan dukungan 25 ton benih padi dari pemerintah pusat pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Safaruddin, yang disebut sebagai upaya memperkuat kebutuhan petani di daerah tersebut.

“Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat menjadi penting agar program nasional bisa ditarik dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat daerah,” katanya.

Tak Hanya Sawah, Perumahan Juga Jadi Perhatian

Selain sektor pertanian, Abdya juga memperoleh alokasi program bedah rumah yang bersumber dari APBN. Program itu ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak.

Bagi Rifqi, kemajuan di dua sektor tersebut saling berkaitan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Pertanian menyangkut ekonomi dan ketahanan pangan, sementara rumah layak menyangkut kualitas hidup. Kalau keduanya bergerak bersama, pembangunan akan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Tantangan Berikutnya: Menjaga Momentum

Meski produktivitas padi mencapai angka yang tinggi, Rifqi mengingatkan bahwa tantangan pemerintah daerah berikutnya adalah memastikan capaian itu tidak berhenti sebagai keberhasilan satu musim tanam.

Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan pascapanen, memperluas akses pasar, mendampingi kelompok tani, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian agar petani juga merasakan peningkatan pendapatan.

“Kalau ingin menjadikan Abdya sebagai daerah pertanian yang kuat, produktivitas harus konsisten. Setelah produksi tinggi, pemerintah perlu memastikan petani mendapatkan harga yang baik, akses pasar, teknologi, dan pendampingan,” katanya.

Menurut Rifqi, capaian awal tersebut dapat menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Abdya untuk memperkuat pembangunan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, lanjut dia, keberhasilan pemerintah akan diukur dari sejauh mana kebijakan yang dijalankan benar-benar menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

[RED]

Facebook Comments Box

Pos terkait