Mapas Lebu Desa Satiung, Doa Bersama Menggema Demi Menolak Bala dan Menjemput Keberkahan

SAMPIT, PARLEMENRAKYAT.ID – Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan menyelimuti Desa Satiung, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat masyarakat menggelar Doa Tulak Bala dan ritual adat Mapas Lebu. Tradisi yang diwariskan turun-temurun itu menjadi ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Damang Kepala Adat Mentaya Hulu, Camat Mentaya Hulu, Kepala Desa Satiung, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat yang memadati lokasi acara sebagai simbol persatuan lintas elemen desa.

Perwakilan warga, Masroby, menegaskan bahwa pelaksanaan ritual adat ini merupakan hasil gotong royong masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta para tokoh adat dan tokoh agama.

“Doa bersama dan Mapas Lebu ini kami laksanakan sebagai harapan agar Desa Satiung dijauhkan dari segala bala, diberikan keberkahan, dan seluruh masyarakat hidup rukun,” ujar Masroby.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pemotongan dua ekor sapi yang disiapkan oleh pemilik lahan seluas 333 hektare. Momen itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan melalui kebersamaan menikmati hidangan bersama.

Bagi masyarakat Desa Satiung, Mapas Lebu bukan sekadar seremoni adat. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah desa lahir dari persatuan, doa, dan semangat saling membantu.

Melalui Doa Tulak Bala tersebut, warga berharap setiap hajat dapat dikabulkan, segala halangan dan rintangan disingkirkan, serta Desa Satiung senantiasa dilimpahi kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

[REDAKSI]

Facebook Comments Box

Pos terkait