BOGOR, PARLEMENRAKYAT.ID – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, upaya pelestarian bahasa daerah terus menjadi perhatian pemerintah. Melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Salah satu wujud nyata dari program tersebut adalah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), ajang yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus kecintaannya terhadap bahasa dan budaya daerah.
Pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu di kawasan Pakansari, Rabu (4/6/2026). Berbagai perlombaan bernuansa budaya Sunda dipertandingkan, mulai dari nembang pupuh, biantara (pidato Sunda), ngarang carpon, membaca dan menulis aksara Sunda, borangan (komedi tunggal), maca sajak hingga ngadongeng.
Dari sekian banyak peserta yang tampil, sosok Daena Fellisha, siswi kelas VII SMPN 2 Sukaraja, berhasil mencuri perhatian dewan juri. Penampilannya yang penuh penghayatan, penguasaan materi, serta kemampuan vokal yang baik mengantarkannya meraih Juara 1 kategori Nembang Pupuh Putri.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMPN 2 Sukaraja sekaligus membuktikan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Kepala SMPN 2 Sukaraja, Dedi Budi Sumardi, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih salah satu siswinya tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Daena Fellisha sebagai Juara 1 Nembang Pupuh Putri pada Festival Tunas Bahasa Ibu. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMPN 2 Sukaraja memiliki potensi luar biasa yang harus terus dibina dan dikembangkan,” ujar Dedi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya sebuah kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan bakat, minat, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dedi menambahkan, capaian tersebut membuka peluang bagi Daena Fellisha untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi dengan mewakili Kabupaten Bogor pada ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Keberhasilan ini menjadi langkah awal yang baik. Daena akan mewakili Kabupaten Bogor di tingkat provinsi. Kami akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan agar bakat yang dimilikinya dapat berkembang secara maksimal, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Daena Fellisha menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui semangat dan dedikasi generasi muda. Di tangan para pelajar seperti Daena, warisan budaya Sunda tetap hidup, berkembang, dan siap diwariskan kepada generasi berikutnya.
[L1M]





