Sengketa Lahan, Hasil Adu Argument Batamad Dengan PT.PSAM Masih Nihil

by -1,354 views

Parlemenrakyat.id, Katingan – Untuk menindak lanjuti surat kuasa yg diserahkan seorang warga Desa Tumbang Labehu Dunel (58) kepada Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) pd tgl 30 Januari 2021 lalu di kantor Dewan Adat Dayak (DAD) Katingan,pihak BATAMAD mengadakan pertemuan dengan pihak PT. PSAM Senin ( 8 Maret 2021 ).

Pertemuan dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan pihak PT. PSAM dan dihadiri oleh warga desa tumbang Labehu, Batamad, PT. PSAM dan pihak Kecamatan Sanaman Mantikei.

Panglima BATAMAD Kalimantan Tengah Yuandrias melalui Depora ( bidang hukum ) BATAMAD Katingan mengawali pembicaraan pertemuan tersebut menyatakan maksud dari kedatangan pihak BATAMAD untuk menindak lanjuti surat yang sudah diserahkan beberapa hari lalu pada PT. PSAM dan meminta agar dapat menyelesaikan sengketa lahan dengan masyarakat Tumbang Labehu secara mediasi agar tidak merugikan salah satu pihak.

Lanjut
Pihak BATAMAD melalui Migo ( intelijen ) BATAMAD Katingan menyampaikan kepada pihak PT. PSAM berdasarkan hasil interogasi dari Dunel ( pemilik lahan ) bahwa lahan yang digarap PT. PSAM 27,78 hektar masih milik Dunel karena keterangan posisi lahan sebelah kanan mudik sungai Panyo tersebut belum terjual justru posisi lahan terjual sebelah kiri mudik sungai Panyo bukan sebelah kanan, dan penerima uang pembayaran lahan tersebut tidak sendiri pak Dunel,

Manejer PT. PSAM Supriyadi juga menyampaikan
Perusahaan tidak akan menyerobot lahan masyarakat kalau belum diganti rugi oleh perusahaan.” Dunel juga sudah menerima harga lahan tersebut, dan menanda tangani serah terima dari kami, bagi saya lahan 27,78 hektar tersebut tidak jadi masalah kami berani garap karena berdasarkan dokumen” terang Supriyadi

Migo ( intelijen ) BATAMAD Katingan sangat menyesalkan kelemahan Dunel ( pemilik lahan ) tidak bisa baca tulis sehingga langsung menanda tangani serah terima harga lahan tersebut
“setelah saya baca isi dari surat ini seolah-olah Dunel sudah menjual semua lahan sebelah kiri dan kanan mudik sungai panyo.” terang Migo.

Setelah terjadi adu argumen antara Pihak BATAMAD dan PT. PSAM tidak membuahkan hasil, Camat Sanaman Mantikei (Andrei Nhatanael) juga memberikan masukan dan pendapat
“Sementara kedua belah pihak melengkapi data-data yang diperlukan begitu juga data dari kami pihak kecamatan, alangkah baiknya kita sama-sama cek ke kelokasi dulu biar lebih jelas dan bisa kita selesaikan di mediasi berikutnya agar bisa menemukan titik terangnya” ungkap Andrei. ( Lambok )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.