Polsek Katingan Hilir Amankan Pelaku KDRT Terhadap Bayi

by -617 views

KATINGAN, PARLEMENRAKYAT.id – Polda Kalteng – Polres Katingan – Unit reskrim Polsek Katingan Hilir jajaran Polres Katingan, Polda Kalteng mengungkap motif seorang ayah yang tega menganiaya anak kandungnya yang masih berumur tujuh bulan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, S.I.K.,M.H., melalui Kapolsek Katingan Hilir Iptu Eko Priono, S.H., M.H., membenarkan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh pelaku juga merupakan ayahnya dengan inisial DG (27) warga Depok yang berdomisili di Jalan Palangkaraya, Kelurahan Kasongan Lama.

Dijelaskan, pada hari Selasa (8/6/2021) ketika pelaku menjaga anaknya saat istrinya ML (25) sedang bekerja. Kemudian malam harinya melihat anaknya rewel, sang istri berusaha menenangkan anaknya yang menangis tidak seperti biasanya, ketika hendak mengganti baju sang anak, dirinya mendapati luka lebam yang sudah membiru dan lebam seperti bekas gigitan di tangan sebelah kanan dan paha kiri anaknya.

Spontan sang istri menanyakan kepada suaminya, siapa yang telah melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya. Dengan rasa bersalah suaminya mengakui perbuatannya yang melakukan kekerasan kepada anaknya.

Karena merasa kesal, tidak terima dan ingin memberikan efek jera terhadap suaminya agar hal tersebut tidak terulang kembali, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Katingan Hilir.

“Dari hasil pemeriksaan, alasan pelaku mengaku KDRT itu, melampiaskan kekesalannya kepada anaknya, yang sedang rewel lantaran merasa emosi dan faktor permasalahan yang Ia hadapi. Terlihat pelaku menyesali perbuatannya hingga menangis tersedu – sedu, namun hal tersebut tidak merubah keadaan, tetap harus mempertanggung jawabka perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” jelas Kapolsek. Kamis (10/6) pagi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat (1) Jo Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan administrasi penyidikan serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi, kemudian surat pemberitahuan dimulainya penyidikan akan segera dikirimkan kepada kejaksaan,” tambah Kapolsek.
(Lph)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.